News Ticker

2 Teroris Ledakkan Diri di Dekat Ibukota Tunisia

Ledakan bom bunuh diri di Tunisia Ledakan bom bunuh diri di Tunisia

TUNIS – Kementerian Dalam Negeri Tunisia menyatakan bahwa setidaknya dua teroris meledakkan diri dalam serangan pasukan keamanan ke tempat persembunyian mereka di wilayah tengah Sidi Bouzid.

Kementerian itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (03/12) bahwa serangan itu terjadi di kota Jilma, yang terletak 250 km (156 mil) sebelah selatan ibukota Tunis. Para militan bunuh diri setelah dikepung oleh pasukan keamanan yang menyerbu tempat persembunyian mereka di wilayah tersebut.

Baca: Persatuan Ulama Tunisia: Saudi Gunakan Uang Haji untuk Bantai Muslimin di Negara Lain

“Kedua tersangka itu adalah “di antara teroris paling berbahaya” yang dicari polisi sejak 12 Desember,” tambah kementerian itu. Mereka berasal dari cabang Jund al-Khilafa, afiliasi dari kelompok teroris Daesh/ISIS.

Menurut pernyataan itu, para militan telah merencanakan untuk melakukan “aksi teroris spektakuler yang menargetkan patroli dan pos-pos keamanan”. Lima perangkat peledak, tiga senapan berburu, ponsel, dan sejumlah besar uang disita dalam serangan itu.

Baca: Parlemen Tunisia Kecam Pernyataan Liga Arab Terkait Hizbullah dan Iran

Juru bicara keamanan nasional Walid Hkima mengatakan bahwa seorang perwira polisi terluka dalam baku tembak hebat antara kedua pihak tersebut.

Bertindak atas sebuah petunjuk, “unit polisi menggerebek sebuah rumah di daerah Jelma … dan dua teroris meledakkan diri dengan sabuk peledak”, katanya.

Keberadaan sel teror di wilayah bermasalah itu menunjukkan tantangan yang dihadapi Tunisia dari para militan, beberapa di antaranya melintasi perbatasan rapuh dari Libya dan Aljazair. Sebagian besar anggota sel ditangkap pada 5 Desember dalam sebuah operasi di mana bahan untuk membuat bom disita.

Baca: Anggota Parlemen Tunisia Robek Bendera Israel

Para pejabat militer mengatakan bahwa mereka telah memburu gerilyawan di daerah itu selama berbulan-bulan tetapi belum dapat sepenuhnya mengusir mereka dari daerah itu.

Tunisia telah dilanda sejumlah serangan mematikan oleh teroris Takfiri dalam beberapa tahun terakhir.

Pada bulan Oktober, seorang pembom wanita meledakkan bahan peledaknya di luar sebuah hotel di pusat ibukota Tunisia, Tunis, yang menyebabkan sedikitnya sembilan orang terluka, termasuk petugas polisi. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: