News Ticker

Utusan PBB Kunjungi Yaman Bahas Penerapan Perjanjian Damai di Hodeidah

Yaman Utusan PBB untuk Yaman

SANA’A – Utusan PBB untuk Yaman tiba di ibukota Sana’a untuk membahas penerapan perjanjian perdamaian yang disponsori PBB baru-baru ini tentang kota pelabuhan penting negara, Hodeidah, di tengah-tengah bentrokan antara pihak-pihak yang bertikai.

Dua pihak Yaman yang bertikai, yaitu gerakan Houthi Ansarullah dan mantan pemerintah negara yang didukung Saudi, mencapai kesepakatan mengenai gencatan senjata di pelabuhan yang dikuasai Houthi itu di Swedia pada 13 Desember.

Baca: Dewan Hodeidah Tuntut PBB Atas Gagalnya Gencatan Senjata

Martin Griffiths, yang tiba di Sana’a pada hari Sabtu, dijadwalkan untuk membahas gencatan senjata tersebut dengan para pemimpin Houthi dan kemudian akan melakukan perjalanan ke ibukota Saudi, Riyadh untuk bertemu dengan mantan pejabat pemerintah Yaman.

Gerakan Ansarullah telah menjalankan urusan negara dari Sana’a dengan tidak adanya pemerintahan yang efektif, selain juga membela negara terhadap agresi Saudi.

Selama tinggal di Sana’a, Griffiths juga akan mengadakan pembicaraan dengan pensiunan Jenderal Belanda Patrick Cammaert, yang mengepalai tim lanjutan PBB yang bertugas memantau gencatan senjata di Hodeidah.

Baca: ACLED: Jumlah Korban Tewas di Yaman 6 Kali Lipat Lebih Tinggi dari Angka PBB

Kunjungan Griffiths dilaksanakan di tengah laporan tentang bentrokan antara para pejuang Houthi dan milisi bayaran Arab Saudi yang bekerja untuk bekas rezim Hadi dengan kedua belah pihak saling menyalahkan.

Hodeidah, jalur kehidupan bagi jutaan rakyat Yaman, telah menyaksikan beberapa pertempuran terberat dalam agresi yang dipimpin Saudi, yang dimulai pada Maret 2015.

Baca: Yaman dan Fakta Horor Kejahatan Penguasa Arab Saudi

Arab Saudi dan Uni Emirat Arab melancarkan serangan besar-besaran ke Hodeidah pada bulan Juni tetapi menghadapi perlawanan keras dari angkatan bersenjata Yaman yang dipimpin oleh Houthi serta penduduk kota. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: