News Ticker

Dirjen Bea Cukai Angkat Bicara Soal Isu 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

Dirjen Bea dan Cukai Dirjen Bea dan Cukai

JAKARTA – Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai, Heru Pambudi ikut angkat bicara soal beredarnya isu 7 kontainer surat suara yang telah tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok. Dia menegaskan, isu tersebut adalah kabar bohong yang sengaja disebarkan atau hoax.

Menurut dia, tujuh kontainer yang diisukan masing-masing berisi sepuluh juta surat suara tercoblos tersebut tidak ada sama sekali ditemukan di Pelabuhan Tanjung Priok. Apalagi kontainer berisi surat suara tercoblos yang dikirimkan langsung dari China ke pelabuhan itu.

Baca: Tengku Zulkarnain Ikut Sebar Isu Hoax “Surat Suara Tercoblos 7 Kontainer”

“Jadi itu tidak benar tujuh kontainer yang diisukan berisi surat suara itu tidak benar. Pemerintah termasuk di dalamnya bea cukai menyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak ada kiriman (dari China), tidak ada kontainer di lapangan. Tidak ada, tidak ada,” kata Heru saat ditemui di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin 7 Januari 2018.

Dia mengungkapkan, proses pengawasan isi kontainer di seluruh pelabuhan Indonesia sudah menerapkan sistem pengawasan berstandar internasional. Mulai dari manajemen risiko, pemeriksaan fisik baik dengan alat X-Ray, Gama-Ray maupun oleh petugas langsung sudah dilakukan.

Baca: Rumah Mau Digeruduk, Jubir TKN Tantang Debat Andi Arief 

Oleh karena itu, meski tidak ada perlakuan khusus dalam melakukan pengecekan isi kontainer di masa-masa politik sebagaimana yang tengah berlangsung saat ini. Ditegaskannya, pengawasan isi kontainer dipelabuhan-pelabuhan khususnya terkait distribusi surat suara telah dilakukan secara profesional.

Baca: Polisi Buru Penyebar Hoaks 7 Kontainer Surat Suara Tercoblos

“Saya kira sudah sesuai dengan standar internasional karena kontainer itu harus diberlakukan sama satu negara dengan negara yang lain dan kita sudah menggunakan standar-standar internasional,” ujarnya menambahkan.

“Kita mesti harus melihat risiko dan profilnya ya, saya kira ini hal yang reguler saja kita lakukan, tentunya dengan kewaspadaan dan kehati-hatian”. (ARN/Viva)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: