News Ticker

Denny Siregar: Isu “Pemilu Curang” Pintu Kerusuhan Jelang Pemilu

Hoaks jelang Pemiliu Hoaks jelang Pemiliu

JAKARTA – Denny Siregar menjelaskan bagaimana isu-isu tentang kegaduhan dan berita hoaks terkait pemilu mulai diluncurkan sama seperti yang terjadi di Venezuela. “Pemilu tidak sah!”. Begitu teriak seseorang pada saat kemenangan Nicholas Maduro, Capres petahana dari Venezuela. Suara itu adalah letusan dari kecurigaan yang sudah dibangun sejak lama. Dan meledaklah Venezuela dengan bentrokan keras dengan banyak korban karena kelompok yang kalah menuding Maduro curang.

Dan AS pun bersuara sama menuduh Maduro curang. Mereka juga membekukan aset Venezuela di luar negeri sebagai bagian dari keterlibatan mereka dalam Pemilu kali ini.

Baca: Isu Ribuan E-KTP Palsu dari Kamboja HOAX, Komisi II DPR Hanya Temukan 36 Buah

Apa yang terjadi di Venezuela, negara di ujung utara Amerika Selatan, punya pola-pola yang mirip dengan di Indonesia. Bangunan-bangunan kecurigaan bahwa “Pemilu curang” sedang ditata.

Tercecernya E-KTP dan berita hoaks tentang 7 kontainer berisi kotak suara yang sudah dicoblos bukanlah sebuah kecelakaan, tetapi sebuah rancangan yang sedang disusun secara sistematis.

Tujuannya adalah mendiskreditkan pemerintah dan KPU sebagai penyelanggara Pemilu bahwa mereka tidak netral.

Baca: Mahfud MD: Politisasi dan Politik Hukum E-KTP

Bisikan-bisikan ketidakpercayaan pada Pemilu kali ini digerakkan jauh-jauh hari, melalui mimbar-mimbar keagamaan, majelis-majelis, melalui ustadz-ustadz politik yang sibuk mencari makanan sisa dari situasi terkini.

“Hanya kecurangan yang akan mengalahkan kita!!” Kata-kata ini dipompakan berulang-ulang supaya umat percaya bahwa Pemilu akan curang. Inilah strategi Firehose of Falsehood yang sedang digarap dengan teknik militer oleh sekelompok orang.

Untuk apa semua itu? Jelas untuk membangun kerusuhan. Bentrokan antar masyarakat sebelum pencoblosan yang akan menaikkan elektabilitas paslon tertentu bahwa negeri ini di tangan sipil tidak akan aman, harus kembali ke tangan militer.

Baca: Tengku Zulkarnain Ikut Sebar Isu Hoax “Surat Suara Tercoblos 7 Kontainer”

Embusan-embusan pesimis sudah dibangun layaknya gas yang dilepaskan dan baunya menusuk hidung. Tinggal memberinya sedikit jentikan api, maka terbakarlah.

“Jangan main-main…,” kata Moeldoko, mantan Panglima TNI. Instingnya sebagai seorang yang sangat hapal situasi lapangan, mengendus bahwa ada pola-pola militer yang sedang diterapkan. “Silakan main, kita juga akan mainkan…,” gertaknya.

Moeldoko patut geram, karena model-model begini bukan saja akan merusak kepercayaan terhadap Pemilu yang demokratis, tetapi juga akan merusak kepercayaan investor sehingga berdampak pada ekonomi saat Indonesia sedang membutuhkan dana besar untuk pembangunan.

Pemilu kali ini, yang dari permukaan terlihat seperti air tenang, di bawah sedang bergolak laksana lava yang siap membuncah. Secangkir kopi diperlukan untuk meningkatkan kewaspadaan menjelang Pemilu. (ARN/Tagar.id)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: