News Ticker

Rencana Baru Israel-Saudi Cs Singkirkan Pengaruh Iran,Turki di Kawasan

Raja Salman dan Donald Trump Israel dan Saudi Tendang Iran

RIYADH – Sebuah laporan baru mengungkap bahwa Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Mesir sedang membuat sebuah rencana bersama dengan Israel untuk menyingkirkan pengaruh Iran dan Turki di kawasan, melalui pemulihan hubungan dengan Suriah dan membuat perubahan penting pada keseluruhan kebijakan mereka di Irak dan Afghanistan.

Middle East Eye melaporkan pada hari Selasa (08/01) bahwa Yossi Cohen, kepala agen mata-mata Mossad Israel, adalah di antara sejumlah pejabat Israel yang menghadiri pertemuan rahasia dengan perwakilan dari tiga negara Arab tersebut di ibukota Teluk Persia bulan lalu untuk membahas inisiatif baru itu.

Baca: Menlu AS: Amerika Akan Terus Lindungi Israel Hadapi Iran

Siasat baru ini diantaranya meliputi menerima kembali Damaskus ke Liga Arab, mempercepat penarikan pasukan AS dari Suriah dan Afghanistan, membela Kurdi Suriah terhadap serangan Turki dan menggulung kembali posisi politik Ankara di Irak.

Selama ini para penasihat militer Iran di Suriah telah membantu pemerintah Presiden Bashar al-Assad untuk membersihkan militan dukungan asing dari sebagian besar negara itu. Israel telah menggunakan kehadiran penasihat Iran di dekat perbatasannya sebagai alasan untuk menyerang pangkalan militer Suriah selama beberapa bulan terakhir.

Baca: Tak Seperti Negara Arab Lain, Kuwait Tak Sudi Kerjasama dengan Israel

Riyadh khawatir kelanjutan konflik Suriah pada akhirnya akan membantu kekuatan Teheran untuk tumbuh lebih besar.

Antipati bersama terhadap Iran telah menggiring Saudi dan sekutu regionalnya, UEA, Mesir, Bahrain, dan lainnya, untuk mengembangkan hubungan rahasia dengan Israel selama beberapa tahun terakhir.

Turki, di sisi lain, telah meluncurkan serangan militernya sendiri ke Suriah utara dengan tujuan yang dinyatakan untuk menghilangkan milisi Kurdi yang diklaimnya terkait dengan unsur-unsur separatis yang berbenturan dengan pasukan keamanan Turki.

Baca: Kepala Intelijen Israel dan Negara-negara Arab Gelar Pertemuan Rahasia

Peran Ankara dalam konflik Suriah diperkirakan akan meningkat ketika pasukan AS meninggalkan Suriah menyusul keputusan Presiden Donald Trump bulan lalu untuk meninggalkan negara itu.

Ini tidak seperti apa yang Arab Saudi dan Israel pikirkan ketika mereka secara terbuka mendukung kelompok-kelompok teroris di Suriah pada awal konflik yang mematikan. Saat itu, Riyadh dan rezim Tel Aviv mendukung para militan, menyebut mereka “pemberontak” yang berperang melawan Assad. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: