News Ticker

AS Mundur, Kepala Oposisi Suriah Minta Dialog dengan Damaskus

BAGHDAD – Kepala kelompok oposisi Suriah yang didukung asing mengatakan bahwa ia siap untuk mengunjungi Damaskus untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah disana menyusul laporan bahwa Amerika Serikat mulai menarik pasukannya dari negara itu.

Saluran televisi al-Mayadeen Libanon melaporkan pada hari Minggu (13/01) bahwa Ahmad Jarba, pemimpin ‘Gerakan Esok’ yang berbasis di Kairo, mengumumkan hal ini saat kunjungannya ke Baghdad.

Baca: AS dan Saudi Desak Oposisi Suriah untuk Terima Bashar Assad

Saluran TV tersebut dengan mengutip ucapan Jarba mengatakan bahwa pemimpin oposisi Suriah itu berharap pemerintah Irak akan membantu membangun dialog dengan pihak berwenang Suriah.

Kelompok Jarba mendukung militan suku yang disebut Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang sebagian besar terdiri dari militan Kurdi yang dipersenjatai dan dilengkapi oleh Amerika Serikat.

Presiden AS Donald Trump bulan lalu secara tak terduga meluncurkan rencananya untuk menarik pasukan dari Suriah, dengan juru bicara militer AS Kolonel Sean Ryan mengumumkan pada hari Jumat bahwa penarikan telah dimulai.

Baca: Oposisi Suriah Kecewa dengan Perubahan Sikap AS Terkait Assad

Pejabat Pentagon kemudian mengatakan militer AS telah mulai menarik beberapa peralatan, tetapi belum pasukan, di tengah kebingungan yang berkelanjutan atas klaim Washington untuk melepaskan diri dari perang kompleks yang telah berlarut-larut itu.

Washington dan banyak sekutu Barat dan regionalnya telah mendukung kelompok-kelompok militan dan teroris dalam upaya untuk menggulingkan pemerintah Suriah sejak 2011.

Damaskus, bagaimanapun, telah secara tegas melawan tindakan ilegal penuh kekerasan ini dengan bantuan sekutu-sekutunya, terutama Rusia dan Iran serta Hizbullah Libanon.

Upaya gabungan tersebut telah membalikkan situasi konflik dengan kini Damaskus berhasil menguasai kembali kendali atas banyak wilayah yang sebelumnya diduduki oleh teroris. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: