News Ticker

Qatar: GCC Tak Efektif, Perlu Prinsip Manajemen Baru

DOHA – Menteri Luar Negeri Qatar, Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, mengatakan bahwa Dewan Kerjasama Teluk Persia (GCC) itu tidak memiliki kekuatan eksekutif yang tersisa, menyerukan perubahan pada struktur persatuan politik dan ekonomi antar pemerintah regional beranggotakan enam negara itu.

Jaringan berita televisi Rusia, RT Arabic, melaporkan bahwa dalam pertemuan dengan Sekjen GCC Abdullatif bin Rashid Al Zayani, dan timpalannya dari Oman Yusuf bin Alawi bin Abdullah, yang berkunjung di ibukota Qatar, Doha, pada Sabtu malam (12/01), Al Thani mengatakan bahwa dewan yang berbasis di Riyadh dan terdiri dari Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA) itu membutuhkan prinsip-prinsip manajemen baru.

Baca: Komentar Pedas Qatar: GCC Organisasi Ompong

Pada 15 Desember 2018, diplomat Qatar terkemuka menggambarkan GCC sebagai organisasi “ompong”, yang tidak mampu meminta pertanggungjawaban dari para anggotanya.

“Mereka memiliki mekanisme dan tidak pernah menjalankannya, karena beberapa negara percaya hal itu tidak mengikat,” katanya saat itu.

Arab Saudi, UEA, Bahrain, dan Mesir memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar pada 5 Juni 2017, setelah secara resmi menuduhnya “mensponsori terorisme.”

Baca: Raja Salman Undang Emir Qatar Hadiri KTT GCC

Libya, Maladewa, Djibouti, Senegal dan Komoro kemudian bergabung dengan kelompok itu dalam mengakhiri hubungan diplomatik dengan Doha. Yordania kemudian menyusul dengan menurunkan level hubungan diplomatiknya juga.

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: