NewsTicker

Remaja Saudi yang Kabur: Mereka Perlakukan Wanita dengan Buruk

Arrahmahnews.com, TORONTO – Seorang remaja Saudi yang kabur dari keluarganya dan kini menjalani kehidupan sebagai pengungsi di Kanada mengatakan bahwa kerajaan membuat peraturan yang memperlakukan wanita dengan buruk, ia berharap pengalamannya akan menginspirasi orang lain.

Dalam wawancara pertamanya sejak itu, ia mengatakan kepada Australian Broadcasting Corp: “Saya pikir jumlah wanita yang melarikan diri dari pemerintahan Saudi dan pelecehan disana akan meningkat, terutama karena tidak ada sistem untuk menghentikan mereka.

Baca: Kanada Beri Suaka Gadis Saudi yang Kabur oleh Keluarganya

“Saya yakin akan ada lebih banyak wanita yang melarikan diri. Saya harap kisah saya mendorong wanita lain untuk berani dan bebas,” katanya lebih lanjut sebagaimana dikutip SkyNews, Selasa (15/01).

“Saya harap cerita saya mendorong perubahan pada hukum, terutama karena telah diekspos ke dunia,” tambahnya, “Mungkin ini bisa jadi agen perubahan.”

Rahaf Al-Qunun saat tiba di Toronto

Rahaf bukanlah wanita Saudi pertama yang melarikan diri dari kerajaan konservatif tersebut, di mana wanita harus memiliki izin kerabat pria untuk bepergian, mendapatkan paspor atau menikah.

Baca: Video Viral Gadis Saudi yang Disiksa Oleh Ayah Kandungya

Ia mengatakan kepada Human Rights Watch bahwa ia telah melarikan diri dari pelecehan yang dilakukan keluarganya. Mereka telah memukuli dan mengancam akan membunuhnya. Saudara laki-lakinya mengurung dirinya di kamar selama enam bulan setelah dia memotong rambutnya.

Berbicara dari Toronto, al-Qunun mengatakan bahwa ia merasa “seperti dilahirkan kembali” ketika tiba di Kanada pada hari Sabtu, untuk bertemu dengan menteri luar negeri Kanada, Chrystia Freeland.

“Ini luar biasa,” katanya.

“Ada banyak cinta dan keramahtamahan, terutama ketika menteri menyambut saya dan mengatakan bahwa saya berada di negara yang aman dan memiliki semua hak saya,” jelasnya.

Namun, ia kesal dengan berita bahwa keluarganya tidak mengakuinya, mengatakan, “Bagaimana keluarga saya bisa memungkiri saya hanya karena saya ingin mandiri dan lolos dari pelecehan mereka?”

Ketika ditanya mengapa ia meninggalkan tanah airnya, dia berkata: “Saya ingin bebas dari pelecehan dan depresi.

“Saya ingin mandiri.(ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: