News Ticker

Hashd Al-Sha’abi Gagalkan Pengintaian Pasukan AS di Perbatasan Irak-Suriah

Arrahmahnews.com, BAGHDAD – Seorang komandan senior Hashd Al-Sha’abi (pasukan populer Irak) di provinsi Al-Anbar menggarisbawahi bahwa pasukannya telah mencegah tentara AS memata-matai unit keamanan di sepanjang perbatasan Suriah.

“Pasukan AS berusaha untuk mendapatkan informasi intelijen yang tepat dan sensitif dari Irak di sepanjang perbatasan Suriah,” situs berita Al-Maloumeh mengutip Qassim Muslih, komandan pasukan Hashd al-Shaabi di provinsi al-Anbar, mengatakan pada hari Selasa.

Baca: AS Siap Serang Basis-Basis Hashd Al-Shaabi di Irak

Dia menegaskan bahwa komando operasi Hashd al-Sha’abi telah menghentikan operasi mata-mata AS dengan mencegah pasukan AS mendekati unit-unit Hashd al-Sha’abi dan memaksa mereka untuk kembali ke pangkalan Ba’er al-Morasemeh.

Mosleh mengungkapkan operasi pengintaian pasukan AS di sepanjang perbatasan Irak-Suriah dan pertanyaan pada polisi perbatasan dan tentara Irak tentang zona pertempuran di wilayah perbatasan, jumlah amunisi, jenis senjata, dan jumlah pasukan di setiap wilayah, serta menjelaskan bahwa intelijen rahasia terkait dengan pasukan yang ditempatkan di sepanjang wilayah perbatasan membantu mereka dengan mudah menargetkan wilayah mana pun.

Dia mengungkapkan langkah-langkah provokatif oleh pasukan AS untuk mendapatkan informasi rahasia dari penjaga perbatasan, dan memperingatkan bahwa langkah itu adalah pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional Irak.

Baca: Shadow Commander Peringatkan AS ‘Gerbang Neraka Terbuka’ Jika Berani Serang Hashd Al-Shaabi

Dalam sambutannya yang relevan pada awal Januari, Mosleh menggarisbawahi perlunya bagi Washington untuk mengevakuasi pasukan militernya dari Irak.

“Beberapa laporan telah dirilis tentang pendirian pangkalan-pangkalan baru AS di provinsi al-Anbar dan Saladin yang merupakan pelanggaran kedaulatan nasional Irak,” kata Mosleh.

Dia juga menggarisbawahi perlunya pasukan AS untuk meninggalkan Irak, dan berkata, “Kami mampu mendukung dan melindungi tanah dan perbatasan kami serta tidak butuh pada pengerahan pasukan asing”.

Baca: Sekjen Hizbullah: Hashd Al-Shaabi akan Balas Serangan di Deir Ezzor

Tuntutan penarikan pasukan AS dari Irak meningkat setelah Presiden AS Donald Trump dalam kunjungan mendadak pada akhir Desember mendarat di pangkalan udara di ibukota Irak, Baghdad, tempat ia mengucapkan terima kasih kepada tentara atas layanan mereka.

Para pemimpin pasukan politik dan rakyat Irak mengutuk kunjungan Trump yang tidak diumumkan ke Irak sebagai pelanggaran kedaulatan negara mereka. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: