News Ticker

Kurdi Suriah Tolak Zona Aman versi Erdogan-Trump di Perbatasan

Arrahmahnews.com, ERBIL – Pemimpin politik senior Kurdi Suriah, Aldar Khalil, mengatakan bahwa Kurdi Suriah menolak “zona aman” yang diusulkan AS di bawah kendali Turki di Suriah utara.

Pejabat itu mengatakan bahwa Kurdi hanya akan menerima pengerahan pasukan PBB di sepanjang garis pemisah antara pejuang Kurdi dan pasukan Turki untuk mencegah serangan.

“Pilihan lain tidak dapat diterima karena hal itu melanggar kedaulatan Suriah dan kedaulatan wilayah otonom kami,” kata Khalil kepada AFP, Rabu (16/01).

Baca: Suriah Kecam Zona Aman yang Disepakati AS-Turki di Negaranya

Sebelumnya, pada 15 Januari, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengumumkan bahwa ia dan mitranya dari Amerika Serikat, Donald Trump, telah mencapai “kesepemahaman historis” tentang Suriah dalam panggilan telepon terbaru mereka.

Setelah percakapan telepon dengan Presiden AS Donald Trump, Recep Tayyip Erdogan dari Turki mengumumkan pada hari Selasa bahwa Ankara akan menciptakan zona aman sejauh 32 kilometer di Suriah utara. Juru bicara Erdogan kemudian menjelaskan bahwa zona keamanan akan dikendalikan oleh Ankara.

Baca: Erdogan Umumkan Rencana Hajar Kurdi di Perbatasan Suriah

Lebih lanjut juru bicara itu menambahkan bahwa militer Turki akan mengoordinasikan tindakan mereka dengan penduduk setempat.

Gagasan ini awalnya diusulkan oleh Trump, yang mengancam di Twitter untuk “menghancurkan” perekonomian Turki jika Ankara menyerang pasukan Kurdi, sekutu AS di Suriah.(ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: