News Ticker

AS Tahan dan Aniaya Jurnalis Iran Tanpa Alasan Jelas

Arrahmahnews.com, WASHINGTON DC – Marzieh Hashemi, seorang jurnalis dan pembawa berita yang bekerja untuk jaringan berita televisi Iran berbahasa Inggris, Press TV, telah ditahan dan dipenjara di Amerika Serikat karena alasan yang tidak jelas.

Hashemi, kelahiran Amerika, yang terkenal sebagai pembawa acara sebuah program berita untuk Press TV, menurut keluarga dan teman-temannya ditahan sesaat setelah mendarat di Bandara Internasional St. Louis Lambert di St. Louis, Missouri, pada Hari Minggu kemarin.

Press TV mengetahui bahwa ia dipindahkan oleh FBI ke fasilitas penahanan di Washington, DC. Para pejabat AS sejauh ini menolak untuk memberikan alasan atas penahanannya bahkan kepada keluarganya sendiri.

Baca: RSF: Amerika Salah Satu Negara Paling Mematikan Bagi Jurnalis

Associated Press (AP) mengatakan bahwa panggilan telepon mereka ke FBI dini hari Rabu kemarin tidak dijawab. AFP juga menambahkan bahwa Biro ini belum menanggapi permintaan komentar tertulis.

Hashemi, yang dahulunya bernama Melanie Franklin, tiba di AS untuk mengunjungi saudara lelakinya yang sakit dan anggota keluarga lainnya.

Kerabatnya tidak dapat menghubunginya, dan ia baru diizinkan untuk menghubungi putrinya dua hari setelah ditangkap.

Baca: Tiga Jurnalis Rusia Diserang Di Perbatasan Turki

Jaringan berita televisi Iran kemudian merilis pernyataan tentang situasi pembawa acara mereka, Marzieh Hashemi, yang ditahan di pusat penahanan AS.

Penganiayaan di penjara AS

Hashemi, yang telah tinggal di Iran selama bertahun-tahun dan seorang mualaf, telah memberi tahu putrinya bahwa ia diborgol dan dibelenggu serta diperlakukan seperti penjahat.

Wartawan itu juga mengatakan bahwa jilbabnya dilepas secara paksa, dan ia kemudian difoto tanpa jilbab setibanya di penjara.

Hashemi hanya diizinkan mengenakan T-shirt, dan saat ini menggunakan kaos yang lain untuk menutupi kepalanya.

Selain itu, ia hanya diberi daging babi sebagai makanannya, padahal makanan itu haram hukumnya dalam Islam. Ia bahkan tidak diberi roti atau makanan halal lainnya setelah menolak untuk mengkonsumsi daging babi.

Hashemi mengatakan kepada putrinya bahwa satu-satunya makanan yang ia miliki selama dua hari terakhir adalah sebungkus biskuit kering.

Para aktivis bersatu mendukung Marzieh

Anggota keluarga Hashemi dan aktivis media telah meluncurkan kampanye media sosial dengan tagar #FreeMarziehHashemi dan # ray4MarziehHashemi untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap jurnalis yang ditahan ini.

Para aktivis telah meluncurkan kampanye untuk mendesak Kelompok Kerja PBB tentang Penahanan Sewenang-wenang agar meminta intervensi langsung mereka dalam kasus Hashemi.

Komisi Hak Asasi Manusia Islam (IHRC) mengatakan telah menulis kepada Pelapor PBB tentang Penahanan Sewenang-wenang sehubungan dengan pemenjaraan Hashemi.

Dalam sebuah pernyataan, Persatuan Radio dan Televisi Islam juga mengutuk penangkapan wartawan itu dan “menyerukan kampanye solidaritas media seluas-luasnya” untuk membantu mengamankan pembebasannya.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: