News Ticker

Macron: Militer Prancis akan Tetap di Suriah Meski AS Mundur

Arrahmahnews.com, TOULOUSE – Presiden Prancis Emmanuel Macron menjelaskan bahwa serangan teror baru-baru ini yang merenggut nyawa tentara AS di kota Manbij Suriah menunjukkan bahwa pertempuran melawan Daesh belum berakhir.

Menurut laporan Sputnik, Macron juga menekankan bahwa Prancis akan terus terlibat secara militer di Timur Tengah dalam koalisi internasional sepanjang 2019.

“Pengumuman penarikan sekutu Amerika kita seharusnya tidak membelokkan kita dari tujuan utama kita untuk membasmi Daesh,” kata Macron pada hari Kamis (17/01) saat berpidato dihadapan angkatan bersenjata di kota Toulouse, Perancis.

Baca: Trump Yakinkan GOP Tetap Tarik Pasukan dari Suriah dan Afghanistan

Komentar pemimpin Prancis itu muncul setelah, sehari sebelumnya, pemboman bunuh diri yang diklaim oleh teroris ISIS/Daesh menewaskan sedikitnya 16 orang, termasuk dua anggota layanan AS dan dua warga sipil Amerika, di Suriah utara.

Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia memerintahkan penarikan pasukan penuh dari Suriah, dengan mengatakan perang melawan Daesh telah dimenangkan.

Baca: Kurdi Suriah Tolak Zona Aman versi Erdogan-Trump di Perbatasan

Pengunduran diri yang diumumkan ini dikecam oleh sejumlah pejabat AS dan mengakibatkan dua pengunduran diri: Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan Brett McGurk, utusan khusus presiden untuk koalisi AS di Suriah.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: