NewsTicker

HEBOH! Skandal Seks Guncang Peradilan Israel, Libatkan Pengacara Hingga Hakim

Arrahmahnews.com, TEL AVIV – Kepolisian Israel akhirnya mengumumkan nama seorang pengacara ternama Israel yang terlibat dalam skandal jual diri yang mengguncang peradilan Israel baru-baru ini. Pengacara itu adalah ketua Asosiasi Pengacara Israel, Effi Naveh

Sebelumnya, Kepolisian Israel pada Rabu pagi (16/08) menyatakan bahwa pihaknya telah menahan seorang pengacara laki-laki, satu pengacara wanita dan satu hakim wanita, namun tidak menyebutkan identitas pengacara yang diduga membantu kliennya mendapat posisi hakim melalui hubungan gelap itu.

Sebagai ketua Asosiasi Pengacara, Naveh memiliki satu dari sembilan kursi di Komite Penunjukan Yudisial yang kuat, yang memutuskan penempatan dan promosi untuk para hakim di sistem peradilan tiga tingkat Israel. Posisi itu memberinya suara yang terlalu besar dalam membantu para ahli hukum maju dalam karier mereka, sebuah peran yang dicurigai dieksploitasi olehnya untuk mendapatkan kepuasan seksual.

Baca: KONYOL! Kru Tertidur, Tank Merkava Israel Meluncur Sendiri ke Jalan Raya

Menurut The Times of Israel, Naveh, yang telah diinterogasi oleh unit anti-korupsi polisi, telah dituduh melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan karena diduga memajukan karir hakim perempuan dua tahun lalu dengan imbalan “bantuan” seksual.

Ia juga diduga terlibat skandal seks dengan istri hakim lain sebagai imbalan untuk membantu mendapatkan posisi di pengadilan distrik.

Skandal itu telah bergema di seluruh peradilan Israel, termasuk Kementerian Kehakiman, Mahkamah Agung dan Kantor Kejaksaan Agung.

Anggota Komite Seleksi Yudisial Israel dilaporkan telah diminta untuk memberikan kesaksian dalam kasus ini, termasuk kepala menteri kehakiman dan keadilan Israel.

Baca: TERUNGKAP! PM Israel-Putra Mahkota Saudi segera Gelar Pertemuan Khusus

Nave terpilih sebagai ketua Asosiasi Pengacara Israel pada tahun 2015.

Skandal itu telah mendorong anggota oposisi Israel untuk menyalahkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Kehakiman Ayelet Shaked karena “menghancurkan” dan “mempolitisasi” sistem peradilan.

“Komite Seleksi Yudisial telah beroperasi di bawah intimidasi dan korupsi Menteri Kehakiman,” kata pemimpin oposisi Shelly Yachimovich dalam sebuah pernyataan.

“Kemitraan destruktif yang diciptakan oleh Shaked adalah dasar untuk perselingkuhan mengerikan yang terungkap hari ini,” tambahnya.

Yachimovich menyerukan tindakan hukum yang cepat untuk menyelesaikan krisis ini, dengan menyatakan bahwa ada “awan keraguan atas semua hakim yang ditunjuk selama era Shaked.” (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: