Laporan: Kebijakan Anti-Iran Trump Gagal Total

Arrahmahnews.com, WASHINGTON DC – Kebijakan “tekanan maksimum” Presiden AS Donald Trump terhadap Iran telah gagal. Laporan sebuah lembaga Internasional menyatakan hal ini dengan mengutip hasil penilaian internal oleh pejabat senior pemerintahan AS.

Laporan baru oleh International Crisis Group (Kelompok Krisis Internasional/ICG), dengan judul “On Thin Ice,” yang dirilis pada 16 Januari kemarin, bertepatan dengan peringatan ketiga implementasi kesepakatan nuklir Iran.

“Sebuah penilaian internal awal oleh pemerintahan yang dijelaskan kepada ICG konon menyimpulkan bahwa pendekatan AS belum bisa mengekang perilaku Iran atau menarik Teheran kembali ke meja perundingan,” bunyi laporan ICG, mengutip wawancara yang dilakukan oleh kelompok tersebut dengan pejabat senior pemerintahan AS bulan ini.

Baca: Analis: Perang AS Terhadap Iran Akan Akhiri Kepemimpinan Trump

Pernyataan oleh pejabat tersebut diberikan setelah Iran berulang kali mengumumkan upaya AS akan gagal untuk “mengubah perilaku Iran”.

“Jika anda melihat berbagai tujuan akhir yang dimiliki oleh beberapa orang yang berbeda [dalam pemerintahan AS], mulai dari protes … hingga perubahan perilaku, agar Iran mau kembali ke meja perundingan, tidak ada yang terjadi,” ujar Ali Vaez, direktur Proyek ICG Iran, kepada Al-Monitor pada hari Kamis lalu.

Mantan negosiator nuklir AS, Richard Nephew, mengatakan bahwa karena frustrasi dengan kebijakan Iran-nya, beberapa anggota pemerintahan Trump mungkin mencoba untuk memprovokasi semacam krisis antara Iran dan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) untuk membuat Republik Islam itu meninggalkan perjanjian nuklir.

Baca: Zarif: Iran Tak Sudi Berunding dengan Trump Soal Nuklir

“Semua orang [dalam administrasi Trump] kesal karena Iran tetap dapat mengutip bahwa IAEA telah mengatakan sekali lagi bahwa mereka mematuhi sepenuhnya,” ujar Nephew yang sekarang mengajar di Universitas Columbia, kepada Al-Monitor. (ARN)

About Arrahmahnews 26651 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.