NewsTicker

Rusia: Strategi Misil Terbaru AS Picu Perlombaan Senjata Berbahaya

MOSKOW – Moskow mengatakan bahwa strategi militer berbasis ruang angkasa Amerika yang baru diluncurkan akan menciptakankan perlombaan senjata berbahaya, mendesak Washington untuk menyelesaikan perselisihan perjanjian senjata “sebelum terlambat.”

“Implementasi ide-ide ini pasti akan mengarah pada dimulainya perlombaan senjata di ruang angkasa, yang akan memiliki konsekuensi paling negatif untuk keamanan dan stabilitas internasional,” bunyi pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Luar Negeri Rusia pada hari Jumat (18/01).

Pernyataan itu muncul sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluncurkan lapisan pertahanan rudal ruang angkasa dalam upaya mengembangkan sensor berbasis ruang untuk mendeteksi rudal yang masuk.

Baca: AS Keluar dari Kesepakatan INF dengan Rusia

Proyek ini juga akan mengeksplorasi cara-cara lain untuk mencegat rudal, termasuk senjata berbasis luar angkasa, sebuah perkembangan yang digambarkan Rusia sebagai konfrontatif dan merusak stabilitas internasional.

“Kami ingin meminta pemerintah AS untuk berpikir lagi dan menjauh dari upaya yang tidak bertanggung jawab untuk meluncurkan kembali, dengan basis baru dan lebih canggih, program Star Wars ‘era Reaga, yang masih ada dalam ingatan” tambah pernyataan Rusia itu.

Kementerian mendesak Washington untuk terlibat dalam pembicaraan konstruktif tentang perkembangan senjata yang dipersengketakan “sebelum terlambat.”

Program berbasis luar angkasa yang baru diumumkan itu datang setealh Gedung Putih berulang kali menuduh Kremlin melanggar Perjanjian Nuklir Jangka Menengah (INF). Moskow, pada bagiannya, telah menolak keras tuduhan semacam itu, menyebut hal itu tidak berdasar.

Baca: Putin: Rusia Akan Balas AS Jika Menarik Diri dari Perjanjian Nuklir ‘INF’

Washington mengatakan bulan lalu akan menarik diri dari INF dalam 60 hari jika Rusia tidak membongkar rudal yang diklaim AS melanggar kesepakatan.

INF melarang semua rudal darat dengan jangkauan 310 hingga 3.420 mil dan termasuk rudal yang membawa hulu ledak nuklir dan konvensional. Larangan yang berlaku antara Moskow dan Washington menyebabkan dihilangkannya 2.692 rudal.

Ketegangan telah memanas tentang nasib INF, dengan Presiden Rusia Vladimir Putin mengancam perlombaan senjata baru jika perjanjian itu runtuh. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: