News Ticker

Amman: Bandara Baru Israel Ancam Integritas Teritorial dan Wilayah Udara Yordania

Arrahmahnews.com, AMMAN – Yordania mengecam Israel karena membuka bandara internasional baru di dekat Laut Merah dan berjarak hanya beberapa kilometer dari perbatasan kerajaan tersebut, mengecam tindakan itu sebagai ancaman terhadap wilayah udara dan integritas teritorial.

Bandara Ramon, yang terletak di dekat kota resor Laut Merah Eilat di Israel, diresmikan oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada hari Senin (21/01).

Baca: Maskapai India Resmi Gunakan Wilayah Udara Saudi untuk Penerbangan ke Israel

Bandara baru Israel itu terletak tepat di seberang perbatasan dari Bandara Internasional King Hussein di kota pelabuhan Laut Merah Aqaba.

“Yordania menolak pendirian bandara Israel di lokasi saat ini,” ujar kepala Komisi Pengaturan Penerbangan Sipil Yordania, Haitham Misto, menambahkan, bandara itu melanggar “standar internasional mengenai penghormatan terhadap kedaulatan wilayah udara dan wilayah negara-negara lain.”

Misto juga mengatakan bahwa Jordan telah memberi tahu Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) tentang “keberatan kuat kerajaan.”

Baca: Yordania: Israel Harus Tinggalkan Dataran Tinggi Golan

Pejabat itu mengatakan bahwa Amman telah meminta ICAO untuk “mengambil semua tindakan yang diperlukan untuk memastikan bahwa Israel mematuhi standar internasional.”

Misto mengatakan bahwa panitia telah menghubungi pihak berwenang Israel dan “memberi tahu mereka bahwa keputusan untuk mengoperasikan bandara tidak boleh diambil secara sepihak sampai semua masalah yang ada diselesaikan.”

Yordania “memiliki semua opsi untuk memastikan pertahanan kepentingan dan perlindungan kerajaan,” tambahnya.

Media Yordania juga mengatakan bahwa otoritas kerajaan telah mengajukan keluhan dengan badan-badan internasional atas bandara Israel, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Yordania awalnya menyuarakan keberatannya terhadap Bandara Ramon ketika pembangunan dimulai pada 2013.

Berbicara pada upacara pembukaan pada hari Senin, Netanyahu mengatakan fasilitas senilai 500 juta dolar itu akan berfungsi sebagai alternatif darurat ke bandara Ben-Gurion di Tel Aviv. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: