News Ticker

Jaringan Terorganisir ISIS Aktif di Turki

  • houthi
  • Kapolri: Istri Teroris Abu Hamzah Yakin Bom Bunuh Diri Jalan Cepat ke Surga
  • Joko Widodo
  • Persamaan PKS dan PKI
  • DPD PKS Langkat
  • Zara Zettira
  • Saudi Sebut Feminisme sebagai Ekstremis, Teroris sebagai Mujahidin
  • Makar
  • Poster Trump

Arrahmahnews.com, TURKI – ISIS masih memiliki jaringan terorganisir di Ankara untuk memfasilitasi perdagangan ke Suriah, laporan media mengatakan pada hari Senin.

Kantor berita berbahasa Kurdi Hawar News mengutip seorang teroris ISIS asal Pakistan, Fazl al-Rahman Abdol Majid, nom de guerre Abu Ana’am al-Muhajir, yang mengungkapkan bahwa jaringan organisasi ISIS sangat aktif di Turki.

Al-Muhajir menambahkan bahwa ia ditempatkan di salah satu pusat ISIS di kota Azneh sebelum memasuki Suriah pada 2015, dan menambahkan bahwa militan ISIS diperdagangkan di Turki dengan sangat mudah seolah-olah mereka adalah anggota tentara Turki.

BacaISIS Berencana Ciptakan Kerusuhan di Tiga Provinsi Irak.

Dia juga mengungkapkan kerja sama pemerintah Turki dengan ISIS, dan mengatakan bahwa dia bersama dengan 50 militan ISIS lainnya, dipindahkan ke wilayah al-Ra’ei di Aleppo Utara dengan mudah dan tanpa ditanyai oleh para pejabat Turki.

Dalam sambutan yang relevan pada September lalu, seorang mantan komandan teroris asing mengungkapkan bahwa Turki telah mempersenjatai kelompok teroris ISIS di Suriah Utara.

Samir Bukana nom de guerre Abu Abdullah al-Mohajer, mantan komandan ISIS asal Maroko dan berkebangsaan Italia, yang bertanggung jawab mentransfer senjata dari Turki ke Suriah untuk ISIS, mengatakan kepada Hawar News bahwa teroris asing masuk ke Suriah Utara dengan bantuan agen intelijen Turki.

Bukana, yang ditangkap oleh pasukan Kurdi saat ia melarikan diri ke Turki, menambahkan bahwa ia memasuki wilayah Jabal al-Akrad di provinsi Lattakia, Suriah, bersama dengan sekelompok teroris ISIS asing setelah tinggal di sebuah kamp milik badan intelijen Turki di Antakya.

BacaAmerika Berusaha Bangkitkan Teroris ISIS di Irak.

Dia mengatakan bahwa teroris ISIS di Suriah Utara menerima perintah dari Turki, dan menambahkan bahwa mereka mundur ke tanah Turki setelah berperang melawan tentara Suriah di Lattakia untuk sementara waktu atas perintah Ankara dan kemudian dikirim ke Aleppo Utara untuk berperang melawan Kurdi setelah menerima senjata dan peralatan militer.

Bukana, yang juga kombatan ISIS yang bertugas merekrut pasukan asing dari negara-negara Eropa, mengatakan Turki memberikan keamanan bagi para teroris, misalnya menolak untuk mengekstradisi seorang teroris Australia ke Canberra dalam salah satu kasus tersebut. [ARN]

Iklan
  • Bendera Hitam
  • #Khilafah
  • Cuitan Ace Hasan
  • John Paul
  • Bendera Teroris Suriah
  • Ojek Online
  • Jokowi
  • Sidang MK
  • Lukas Enembe

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: