News Ticker

Guaido Nyatakan Diri Sebagai Presiden Venezuela dengan Dukungan AS

Arrahmahnews.com, VENEZUELA – Presiden Majelis Nasional Venezuela yang dipimpin oposisi, Juan Guaido, telah menyatakan dirinya sebagai presiden sementara dan segera diakui oleh Amerika Serikat, yang dituduh oleh Caracas merencanakan penggulingan Presiden Nicolas Maduro.

Berbicara di hadapan para demonstran anti-pemerintah di ibukota Caracas pada hari Rabu, Guaido bersumpah sebagai presiden sementara.

“Saya bersumpah untuk mengambil alih semua kekuasaan kepresidenan untuk menjamin berakhirnya perebutan kekuasaan,” katanya.

Tetapi Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan melalui Twitter pada hari Rabu bahwa angkatan bersenjata negara itu, menolak siapa pun yang memproklamirkan diri sebagai presiden atau dipaksakan oleh “kepentingan gelap.”

BacaRusia Khawatirkan Kemungkinan Opsi Militer AS di Venezuela.

Beberapa menit kemudian, Presiden AS Donald Trump mengakui Guaido sebagai presiden sementara Venezuela yang “sah”, dan menyerukan kepada negara-negara di dunia untuk juga mengakui Guaido.

Maduro memutuskan hubungan dengan AS

Tak lama setelah pengakuan Trump tentang Guaido sebagai presiden sementara Venezuela, Maduro mengatakan ia memutuskan hubungan diplomatik dan politik dengan Amerika Serikat.

Setelah menandatangani “surat diplomatik,” presiden Venezuela mengatakan dia akan memberikan waktu kepada “seluruh personil diplomatik dan konsuler Amerika Serikat di Venezuela 72 jam untuk meninggalkan negara ini.”

Pada pertemuan tandingan dari istana kepresidenan yang disiarkan langsung di televisi pemerintah, Maduro juga menuduh pihak oposisi berusaha melakukan kudeta dengan dukungan AS, yang katanya berusaha untuk memerintah Venezuela dari Washington.

Langkah pemerintah AS segera diikuti oleh pernyataan serupa dari Kanada dan sejumlah pemerintah Amerika Latin yang cenderung kanan, termasuk tetangga Venezuela, Brazil dan Kolombia.

Pekan lalu, Rusia mengatakan pendekatan Washington terhadap negara Amerika Selatan menunjukkan bahwa upayanya untuk melemahkan pemerintah di seluruh dunia yang tidak disukainya sedang berlangsung.

BacaDitengah Badai Krisis, Venezuela Bangun 2,5 Juta Rumah untuk Rakyat Miskin.

Guaido mengatakan dia akan bersedia untuk menggantikan Maduro dengan dukungan militer untuk mengadakan pemilihan.

Pemimpin oposisi pada 11 Januari mencap Maduro, 56, sebagai “perampas” tidak sah, dengan mengatakan ia siap untuk mengambil kepresidenan negara Amerika Selatan secara sementara dan mengadakan pemilihan, hanya sehari setelah sosialis Maduro dilantik untuk kedua kalinya.

Demonstrasi rival dilakukan di Venezuela untuk melawan Presiden Maduro pada hari Rabu.

Venezuela yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, telah berjuang dengan memburuknya situasi ekonomi selama beberapa tahun terakhir, yang telah menyebabkan perjalanan lintas batas sipil ke Kolombia untuk membeli bahan makanan.

Maduro menuduh AS berada di belakang krisis ekonomi Venezuela, dengan mengatakan Washington mengatur upaya untuk menjatuhkannya sebagai bagian dari serangan yang lebih luas terhadap para pemimpin Amerika Latin yang menentang hegemoni AS.

Pada 2017, Trump mengatakan dia tidak akan “mengesampingkan” opsi militer bagi Venezuela untuk menyelesaikan krisis yang sedang berlangsung di negara itu.

Washington juga mengintensifkan sanksi sepihak terhadap negara sosialis itu, mengumumkan larangan terhadap istri Maduro dan beberapa sekutunya untuk meningkatkan tekanan lebih lanjut pada pemerintah pada awal September.

Beberapa sumber yang dikutip mengatakan bahwa pemerintahan Trump dapat menjatuhkan sanksi baru pada sektor minyak vital Venezuela pada minggu ini untuk meningkatkan tekanan pada Maduro. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: