NewsTicker

Shutdown Berkepanjangan, Dolar AS Semakin Terkapar

Dolar Amerika Serikat Dolar AS Melemah

Arrahmahnews.com, NEW YORK – Kurs dolar Amerika Serikat (AS) semakin melemah terhadap beberapa mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan pada hari Rabu (Kamis pagi WIB).

Melemahnya dolar AS ini karena tertekan adanya kekhawatiran meluasnya pelambatan ekonomi global ditambah dengan penutupan berkepanjangan pemerintahan (shutdown) AS yang mempersuram prospek mata uang.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,19% menjadi 96,12 pada akhir perdagangan.

Baca: Venezuela Tendang Dolar AS

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1382 dolar AS dari 1,1362 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3063 dolar AS dari 1,2956 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7141 dolar dari 0,7118 dolar.

Dolar AS dibeli 109,57 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,29 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9947 franc Swiss dari 0,9970 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3343 dolar Kanada dari 1,3349 dolar Kanada.

Baca: Eropa Tendang Dolar AS untuk Transaksi Minyak Iran

Daya tarik greenback sebagai mata uang safe-haven berkurang di tengah tanda-tanda perlambatan ekonomi global. Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi prospek pertumbuhan ekonomi global untuk 2019 menjadi 3,5% dari perkiraan sebelumnya sebesar 3,7%.

“Setelah dua tahun ekspansi yang solid, ekonomi dunia tumbuh lebih lambat dari yang diperkirakan, dan risiko-risiko sedang meningkat,” kata Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde.

Sementara itu, penutupan sebagian pemerintah Amerika Serikat telah memasuki hari ke-33 pada Rabu (23/1), dengan hanya ada sedikit tanda-tanda kemajuan demi mengakhiri kebuntuan antara Presiden AS Donald Trump dan Kongres AS. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: