NewsTicker

Demonstrasi Besar-besaran Dukung Jurnalis Iran Digelar di Berbagai Kota Dunia

WASHINGTON – Demonstrasi besar-besaran diadakan di banyak kota di seluruh dunia untuk memprotes sistem hukum AS, setelah penahanan Biro Penyelidikan Federal (FBI) terhadap presenter Press TV Marzieh Hashemi, saat melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mengunjungi keluarganya.

Para demonstran mulai berkumpul di Washington DC, pada hari Jumat waktu setempat untuk mengutuk penahanan ilegal FBI terhadap wartawan Press TV tersebut.

Dalam pidatonya selama demonstrasi, Hashemi menceritakan kembali penahanannya selama berada di penjara dan dianiaya oleh sistem peradilan Amerika.

“Itu bisa disebut apa pun yang mere ka inginkan, tetapi saya diculik dari bandara St. Louis. Untungnya putra saya Reza bersama saya, kalau tidak siapa yang tahu apa yang bisa terjadi. Anda dapat dihilangkan dengan sangat mudah,” kata Hashemi kepada kerumunan yang menghadiri demonstrasi tersebut.

Penangkapan itu banyak hubungannya “dengan tempat tinggal saya dan terkait dengan pekerjaan yang saya lakukan,” tambahnya.

Demonstrasi serupa juga diadakan di kota Melbourne, Australia, di mana mereka juga mengecam pihak berwenang AS karena secara paksa melepas jilbab Hashemi (penutup kepala untuk wanita Muslim) dalam tahanan.

Orang-orang juga berkumpul di luar kedutaan AS di London, Inggris, untuk mengekspresikan kemarahan mereka pada sistem hukum AS.

Para pemrotes meneriakkan slogan-slogan untuk mendukung Hashemi dan membawa plakat bertuliskan, “Jurnalisme bukan kejahatan.”

Berbicara kepada Press TV, Ahmed Haneef, seorang ulama Islam, mengatakan, “Saya pikir Marzieh Hashemi adalah simbol. [Dia] adalah simbol dari situasi berbahaya yang dialami Muslim atau non-Muslim, tidak hanya di Amerika Serikat tetapi di banyak negara di dunia di mana kita menjadi korban Islamofobia.”

Orang-orang Pakistan dan Nigeria juga mengadakan aksi serupa untuk menyuarakan solidaritas terhadap wartawan Press TV itu.

Hashemi, seorang mualaf Muslim berusia 59 tahun yang telah tinggal di Iran selama bertahun-tahun, ditahan di Bandara Internasional St. Louis Lambert di Missouri pada 13 Januari ketika di AS untuk mengunjungi saudara lelakinya yang sakit dan anggota keluarga lainnya.

Ia dibawa ke pengadilan setelah menghabiskan satu malam dalam “kondisi yang tidak dapat dipercaya,” di mana ia dipenjara di sel isolasi di sebelah orang-orang lain dari berbagai kebangsaan yang ditahan FBI dengan alasan yang tidak diketahui. Ia awalnya dipaksa untuk melepaskan jilbabnya dan hanya diberi makanan non-halal. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: