News Ticker

PBB Minta Arab Saudi Tak Deportasi Pengungsi Rohingya

DHAKA – Seorang pejabat tinggi PBB pada hari Jumat (25/01) mendesak Arab Saudi untuk tidak mendeportasi anggota komunitas Rohingya yang teraniaya ke Bangladesh, tetapi sebaliknya memberikan mereka status pengungsi.

“Saya kecewa dengan deportasi 13 orang Rohingya baru-baru ini oleh Arab Saudi ke Bangladesh,” kata Yanghee Lee, pelapor khusus PBB tentang situasi hak asasi manusia di Myanmar, pada sebuah konferensi pers di ibukota Bangladesh, Dhaka, sebagaimana dikutip Anadolu Agency.

Baca: Saudi Habiskan Jutaan Dolar Bombardir Yaman, Tapi Bungkam Untuk Myanmar

Lee memberi tahu wartawan tentang kunjungannya selama seminggu ke kamp-kamp Rohingya di distrik Cox’s Bazar dan pulau Bhasan Char di Bangladesh selatan.

Ia menyatakan keprihatinannya atas penangkapan orang-orang Rohingya oleh otoritas Saudi.

“Orang-orang ini telah melarikan diri dari penganiayaan di Myanmar dan harusnya diperlakukan dengan baik,” katanya.

Rohingya, yang digambarkan oleh PBB sebagai oran-orang yang paling teraniaya di dunia, telah menghadapi ketakutan yang semakin tinggi akan serangan sejak belasan orang terbunuh dalam kekerasan komunal pada 2012.

Menurut Amnesty International, lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar wanita dan anak-anak, telah melarikan diri dari Myanmar dan menyeberang ke Bangladesh setelah pasukan Myanmar melancarkan penumpasan terhadap komunitas Muslim minoritas pada Agustus 2017.

Baca: Dukung Kekejaman Saudi, Amerika Jual Triliunan Dolar Senjata Untuk Riyadh

Menurut sebuah laporan oleh Ontario International Development Agency (OIDA), sejak 25 Agustus 2017, hampir 24.000 Muslim Rohingya telah dibunuh oleh pasukan negara Myanmar.

Lebih dari 34.000 orang Rohingya juga dilemparkan ke dalam api, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli, kata laporan OIDA, berjudul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terungkap.”

Sekitar 18.000 perempuan dan gadis Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar dan lebih dari 115.000 rumah-rumah orang Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak, tambahnya.

PBB juga telah mendokumentasikan pemerkosaan massal, pembunuhan, termasuk bayi dan anak kecil – pemukulan brutal dan penghilangan yang dilakukan oleh pasukan negara Myanmar.

Dalam sebuah laporan, penyelidik PBB mengatakan pelanggaran seperti itu merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: