News Ticker

Komisi HAM PBB Kecam Serbuan Pemukil Ilegal Israel ke Desa Palestina

Arrahmahnews.com, JENEWA – Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia “sangat prihatin dengan serangan berlarut-larut dan sangat keras terhadap warga Palestina di desa Tepi Barat Al Mughayyir” pada hari Sabtu, yang menyebabkan tertembaknya seorang ayah dari 4 anak di Palestina yang berusia 38 tahun, Hamdi Taleb Na’asan.

Sebuah pernyataan yang diterbitkan pada hari Selasa dan dikutip MEMO pada Rabu (30/01) itu mengatakan bahwa “pemantauan oleh staf PBB di Tepi Barat menunjukkan pembunuhan itu terjadi setelah sekelompok 30 warga Israel dimana beberapa dari mereka bersenjata, pertama-tama menyerang petani Palestina di ladang mereka, dan kemudian turun ke desa itu sendiri di mana mereka menggunakan amunisi hidup untuk menembaki penduduk desa dan rumah mereka ”.

Baca: Pemukim Ilegal Dipimpin Menteri Pertanian Israel Serbu Masjidil Aqsha

Menurut pernyataan itu, “konfrontasi menyebabkan enam penduduk desa ditembak dengan amunisi hidup, menyebabkan tiga dari mereka saat ini berada dalam kondisi serius”.

Meskipun pasukan pendudukan Israel “ditempatkan di dekat desa dan segera disiagakan terhadap serangan itu, para saksi memberi tahu staf kami yang mengunjungi desa kemarin, bahwa sekitar dua jam setelah serangan baru pasukan Israel melakukan intervensi”.

Lagipula, ternyata saat tentara “akhirnya melakukan intervensi, fokus utama aksi mereka bukan kepada serangan pemukim Israel, tetapi justru membubarkan penduduk desa Palestina menggunakan gas air mata”.

Juru bicara itu menambahkan bahwa “tiga orang Palestina lagi terluka oleh amunisi hidup setelah intervensi [pasukan pendudukan Israel]”, tetapi “tidak jelas pada titik ini apakah mereka ditembak oleh pemukim atau oleh tentara. Secara total, 20 penduduk desa terluka selama hari itu ”.

Baca: Israel Mulai Pembangunan 310 Pemukiman Ilegal di Kota Tua Yerusalem

Pernyataan PBB tersebut menambahkan bahwa “kekerasan ini terjadi dalam konteks lonjakan kekerasan pemukim di Tepi Barat, yang telah mencapai level tertinggi sejak 2015”.

“Israel sebagai kekuatan pendudukan, diwajibkan berdasarkan hukum humaniter internasional untuk melindungi populasi Palestina dari serangan-serangan semacam itu. Mereka yang bertanggung jawab atas kekerasan pemukim harus bertanggung-jawab,” bunyi pernyataan kantor PBB itu menyimpulkan. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: