NewsTicker

Potret Situasi Mengenaskan di Yaman

SANA’A – Bagi sebagian besar bayi yang lahir dalam perang yang sedang berlangsung di Yaman, sulit untuk mengalihkan perhatian dari perjuangan untuk tetap hidup.

Yang mereka tahu hanyalah kelaparan dalam kehidupan mereka hingga saat ini, jadi mereka belum belajar bermain.

Diantara yang sedikit beruntung dari anak-anak kecil itu, mereka setidaknya telah berhasil sampai ke rumah sakit di mana kekurangan gizi mereka sedang dirawat.

Baca: Survei: Lebih dari Setengah Penduduk Yaman Alami Kelaparan Parah

Tetapi ada lebih banyak lagi yang tidak seberuntung itu dan itulah sebabnya lembaga bantuan meminta dunia untuk membiarkan mereka berbuat lebih banyak.

“Situasi kemanusiaan Yaman, sayangnya merupakan badai sempurna dari berbagai masalah kemanusiaan,” kata Kimberly Brown dari Palang Merah Inggris.

“Jadi disana kita melihat pengungsi internal, kita melihat orang-orang didorong ke tepi jurang kelaparan dan dengan risiko benar-benat menjadi kelaparan.

“Kita juga melihat banyak ketidakamanan dan ketidakmampuan barang (bantuan) untuk sampai ke negara ini, dan bagi pekerja kemanusiaan untuk dapat beroperasi.”

Baca: 5 Badan Amal Dunia Desak AS-Saudi Stop Jadikan Kelaparan Senjata Perang di Yaman

Sekitar 24 juta orang tinggal di Yaman dan 80% populasi saat ini membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Lebih dari 14 juta orang menghadapi kelaparan. Angka bervariasi pada jumlah kematian.

Sebuah laporan PBB tahun 2018 memperkirakan bahwa lebih dari 6.000 warga sipil telah tewas dan 10.000 lainnya cedera dalam pertempuran itu, beberapa menduga jumlahnya lima atau enam orang.

Save the Children memperkirakan bahwa sekitar 85.000 anak-anak telah meninggal karena kekurangan gizi sejak 2015, awal perang.

Mereka yang selamat masih menemukan diri mereka dilanda krisis, tunawisma dan bergantung pada lembaga bantuan untuk makanan dan tempat tinggal.

Seorang lelaki Yaman berkata, “Semua rakyat Yaman, dengan satu atau lain cara, dihancurkan oleh perang ini.” (ARN/YemenExtra)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: