News Ticker

Rocky Gerung Muliakan Demokrasi dan Hinakan Agama

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Rocky Gerung yang beberapa waktu lalu mengeluarkan pernyataan kontroverisal di ILC, bahwa kitab suci adalah fiksi. Pernyataan Rocky di ILC itu berbuntut ‘kegaduhan’ laporan Jack Lapian ke polisi soal penistaan agama yang dilakukan Rocky.

Belum lagi selesai kasus itu, sekelompok muslim garis keras di Madura justru memberi ia panggung di Masjid untuk berceramah yang diikuti pekikkan Takbir para jamaah. Padahal Rocky adalah seorang Katolik, bahkan mungkin dia adalah kelompok yang tidak mempedulikan agama lagi.

Di saat yang sama, sekolompok muslim pada waktu pilkada Jakarta, justru mengusir seorang Jarot (cawagub) dari Masjid, bahkan memakinya dengan kata-kata tak pantas.

BacaNetizen ‘Semprot’ Rocky Gerung dan Wahabi.

Ketika elit-elit politik sudah kehabisan stok ustad yang mendukung paslon yang diusungnya, maka tak ada cara lain Rocky Gerung diterjunkan ke mesjid atau mushala dalam rangka menjejali otak pendengarnya dengan pemahaman agama yang salah dan mengarah pada atheis.

Baru-baru ini Rocky kembali berulah dengan mengatakan bahwa “Atheisme itu diizinkan oleh Pancasila. Oleh sila pertama? Tentu bukan. Oleh sila kedua diizinkan, namanya Kemanusiaan yang Adil dan Beradab,” ujar Rocky dalam video tersebut.

Yang benar, lima sila dalam Pancasila itu harus difaham secara keseluruhan. Tidak boleh dipisah antara satu dan lainnya.

Tentang pemahamannya membolehkan atheisme di Indonesia, Rocky ini sepertinya kurang, atau ga ngerti maksud KETUHANAN YANG MAHA ESA.

Gerung Sebut Agama Irasional

Dan yang paling menghinakan Agama dari pernyataan Rocky Gerung, adalah ketika dia mengatakan, “bagi saya, demokrasi adalah permainan untuk orang-orang yang rasional, sementara agama adalah aturan untuk orang yang irasional”.

Menolak agama dengan dalih irrasional. Yang anti agama perlu tahu bahwa agama tak selalu anti logika. Yang anti logika perlu sadar bahwa logika tak selalu empiris/anti metafisika.

Logika empiris tidak bisa memborsevasi agama krn ia entitas intelektual, bukan material. Logika peripatetik dapat mempelajari dan memvalidasi agama.

Sains ekstrem menolak agama karena membatasi pengertian realitas pada materi. Agama ekstrem menolak logika karena mengagamakan dogma irasional.

Yang divalidasi oleh logika peripatetik bukan agama sebagai wahyu, karena ia supprasional, tapi agama sebagai konsep-konsep yang jadi dasar keyakinan.

BacaRocky Gerung Tak Paham Pancasila.

Agama adalah (mestinya jadi) premis yang dihasilkan premis “kemestian logis beragama”. Bila tidak didasarkan pada prinsip ini, ia tampak tidak logis.

Para pencari kuasa yang tak pernah sedetikpun percaya kepada ajaran agama itu berhasil menempati posisi puncak sebagai agamawan sepanjang sejarah karena selalu memgeksploitssi simbol agama demi mengelabuhi awam yang naif.

Kini ajaran-ajaran rasional dari agama itu nyaris tak tersisa di tengah para penganutnya.

Sungguh kasihan dia yang berjuang dan mengorbankan diri serta keluarganya dalam memperkenalkan agama suci ini.

Kalau agama memang mengajarkan prilaku negatif, maka meninggalkannya adalah keputusan positif.

Cara mudah menyudutkan sebuah agama dan penganutnya adalah menampilkannya sebagai ajaran yang menganjurkan intoleransi. [ARN]

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: