NewsTicker

Turki: Koalisi AS Bayar Militan HTS untuk Rusak Memorandum Idlib

Arrahmahnews.com, ANKARA – Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu pada Hari Kamis (31/01) mengatakan bahwa beberapa anggota koalisi pimpinan-AS yang katanya berperang melawan Daesh telah mendukung militan dari kelompok teroris Hayat Tahrir al-Sham di provinsi Idlib Suriah karena mereka bercita-cita untuk menghancurkan perjanjian Rusia-Turki mengenai zona de-eskalasi.

“Mitra tertentu dari koalisi mendukung HTS … Pertama, untuk penghentian memorandum Idlib. Kedua, ada negara-negara yang melakukan upaya besar untuk mencegah pembentukan komite konstitusional hanya karena kita yang melakukannya,” kata Cavusoglu kepada surat kabar Hurriyet.

Baca: Ini Rincian Kesepakatan Turki-Rusia Soal Zona De-Militerisasi di Idlib

Ia menyebutkan bahwa beberapa negara Barat dari koalisi, memprovokasi militan HTS untuk melanggar ketentuan-ketentuan memorandum Idlib dengan membayar mereka dengan sejumlah uang untuk itu.

“Rusia memiliki tawaran operasi bersama. Mereka mengatakan kita harus menyingkirkan mereka [militan HTS] dari sana ”, Cavusoglu menambahkan, mencatat bahwa negara-negara asal pejuang asing dari HTS tidak mau mengambil mereka kembali. “Ada banyak orang meninggalkan HTS setelah kita datang ke lapangan”.

Sebelumnya pada hari itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan bahwa gerilyawan HTS secara aktif mengerahkan pasukan mereka di sepanjang garis kontak antara oposisi bersenjata dan pemerintah di zona eskalasi Idlib.

Baca: Pesawat Pengintai Rusia Buntuti Pemberontak Dukungan Turki di Idlib-Hama

September lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin dan mitranya dari Turki, Recep Tayyip Erdogan, setuju untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib di sepanjang jalur kontak antara kelompok oposisi bersenjata dan pasukan pemerintah Suriah, sementara menteri pertahanan Rusia dan Turki menandatangani sebuah memorandum tentang stabilisasi situasi di zona eskalasi Idlib.

Namun, perjanjian belum sepenuhnya dilaksanakan, dan lebih dari 10 kelompok militan yang berbeda saat ini masih beroperasi di Idlib. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: