News Ticker

Maduro Tolak Ultimatum Eropa untuk Pemilu Ulang

CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro pada hari Minggu (03/02), menolak seruan oleh negara-negara Eropa untuk menyelenggarakan pemilihan ulang, setelah saingannya Juan Guaido menyatakan diri sebagai pemimpin sementara negara itu.

Maduro mengatakan dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Spanyol, Sexta, bahwa ia tidak akan “menyerah pada tekanan” oleh mereka yang menyerukan dirinya lengser.

“Mereka berusaha memojokkan kami dengan ultimatum untuk memaksa kami masuk ke dalam situasi konfrontasi yang ekstrem,” kata Maduro.

Baca: Analis: Campur Tangan Militer ke Venezuela akan Berakibat Bencana

“Mengapa Uni Eropa harus memberi tahu sebuah negara di dunia yang telah melakukan pemilihan sehingga harus mengulang pemilihan presidennya, karena (pemilihan) tersebut tidak dimenangkan oleh sekutu sayap kanan mereka,” katanya.

“Venezuela telah melakukan semua pemilihannya,” kata Maduro. “Tidak ada seorang pun di dunia ini yang bisa datang dan mengingkari konstitusi dan institusi kami dan mencoba dan memaksakan ultimatum.”

“Kami meminta agar tidak ada yang campur tangan dalam urusan internal negara kami dan kami bersiap-siap untuk membela negara kami,” kata Maduro.

Baca: Maduro ke AS: Jangan Biarkan Trump Memulai Perang ‘Vietnam’ Melawan Venezuela

Empat negara besar Eropa yang melayangkan ultimatum kepada Maduro itu adalah Inggris, Prancis, Jerman dan Spanyol. Keempatnya mengancam akan mengakui Guaido, kecuali jika Maduro bersedia menggelar pemilu pada Minggu 3 Februari 2019 tengah malam. Tiga negara Eropa lain kemudian menyusul dan turut mendukung ultimatum tersebut. (ARN)

Iklan

1 Comment on Maduro Tolak Ultimatum Eropa untuk Pemilu Ulang

  1. Eropa sangat menentang kebijakan2 trump yg mengacaukan dunia. Pemilu us menurut kubu lawan trump sangat kontroversial dan kebaoa tdk us yg didesak untuk pemilu ulang.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: