News Ticker

Thaliban dan Oposisi Afghanistan akan Gelar Pertemuan di Moskow

KABUL – Thaliban dilaporkan akan mengadakan pertemuan dengan beberapa pemimpin oposisi Afghanistan di Moskow, dalam suatu langkah yang kemungkinan akan mengasingkan pemerintah Afghanistan, yang sudah dikecualikan dari pembicaraan antara kelompok militan dan Amerika Serikat.

Laporan media mengatakan pada hari Minggu (03/02) bahwa pertemuan dua hari di ibukota Rusia itu akan dimulai pada hari Selasa dan akan dihadiri oleh beberapa saingan politik utama Presiden Afghanistan Ashraf Ghani.

Berbicara kepada AFP, seorang “pejabat senior Taliban” menggambarkan pertemuan itu sebagai non-politik dan “diatur oleh beberapa organisasi yang berbasis di Moskow.”

Baca: Thaliban Afghanistan Gelar Diskusi dengan AS di Abu Dhabi

Pada Sabtu malam, Kedutaan Besar Rusia di Kabul mengeluarkan pernyataan atas nama “Masyarakat Afghanistan Rusia,” yang mengatakan kelompok itu telah mengundang “tokoh-tokoh berpengaruh” untuk berdialog di Hotel President di Moskow.

“Kami siap memainkan peran kami dalam membawa perdamaian ke Afghanistan,” bunyi pernyataan itu.

Di antara mereka yang telah mengkonfirmasi kehadiran mereka adalah Haneef Atmar, yang mencalonkan diri melawan Ghani dalam pemilihan yang dijadwalkan pada Juli mendatang.

Menurut AFP, Mantan panglima perang Atta Muhammad Noor dan mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai juga akan menghadiri pembicaraan tersebut.

Baca: China Desak Thaliban Ikuti Proses Perdamaian Afghanistan

Noor mengatakan bahwa pertemuan itu adalah “jalan menuju penguatan upaya perdamaian yang dipimpin oleh AS” sementara Atmar menggambarkannya sebagai “langkah penting menuju pembicaraan damai intra-Afghanistan.”

Sementara itu, Dewan yang ditunjuk pemerintah, yang ditugaskan untuk melibatkan Thaliban mengatakan tidak diundang ke Moskow.

Amrullah Saleh, yang mencalonkan diri sebagai wakil presiden Ghani dalam pemilihan nanti, menyuarakan keprihatinan dalam sebuah posting di halaman Facebook-nya.

“Ini menunjukkan puncak depresi, dan mengemis kepada teroris,” kata Saleh, sambil menambahkan, “Senyuman terhadap musuh adalah pukulan bagi semangat nasional.”

Sebghat Ahmadi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan mengatakan, “Saat ini, kami tidak melihat perlunya pertemuan seperti itu.”

“Kami tahu itu tidak akan membantu Afghanistan menuju mencapai perdamaian sama sekali, jadi itu sedikit lebih dari sebuah drama politik,” tambahnya.

Pemerintah Ghani telah dibekukan dari pembicaraan antara AS dan Taliban, termasuk enam hari pembicaraan di Doha bulan lalu. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: