NewsTicker

Erdogan Ungkap Kontak Turki dengan Pemerintah Assad di Suriah

Arrahmahnews.com TURKI – Ankara dan Damaskus memutuskan hubungan diplomatik pada 2012 setelah pecahnya konflik bersenjata di Suriah. Pada bulan Desember, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa Ankara hanya berhubungan dengan Damaskus melalui pihak ketiga, seperti Rusia dan Iran.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah menyatakan bahwa Ankara menjaga hubungan dengan Suriah melalui badan-badan intelijen kedua negara, yang katanya dapat mempertahankan hubungan bahkan jika para pemimpin mereka tidak melakukannya.

BacaErdogan Desak Trump Segera Tarik Pasukan dari Suriah.

“Kebijakan luar negeri sedang dilakukan dengan Suriah pada tingkat rendah. Bahkan jika itu adalah musuh Anda. Anda tidak akan sepenuhnya memutuskan hubungan jika Anda membutuhkannya,” katanya kepada televisi pemerintah TRT.

Erdogan berulang kali mengesampingkan pembicaraan langsung dengan Bashar Assad, dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan pada Desember bahwa Ankara hanya berhubungan dengan Damaskus melalui pihak ketiga, termasuk Rusia dan Iran.

Pemerintah Turki menganggap Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah sebagai bagian dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok yang masuk daftar hitam sebagai organisasi teroris di Turki.

Pada November 2017, surat kabar Turki Hurriyet mengutip Erdogan yang mengatakan bahwa dia tidak mengesampingkan kemungkinan kontak di masa depan dengan Presiden Suriah Bashar Assad untuk melawan YPG. Erdogan mengatakan pada saat itu bahwa “pintu politik selalu terbuka sampai saat terakhir.”

BacaMantan Kepala Intel Israel Ingin Bunuh Bashar Assad.

Awal tahun itu, Erdogan dilaporkan membantah laporan yang mengklaim bahwa ia melakukan pertemuan rahasia dengan Assad, dan menambahkan bahwa “Saya belum berbicara dengan Assad dan saya tidak bermaksud melakukannya.”

Assad, pada bagiannya, mengatakan pada saat itu bahwa Damaskus tidak menganggap Ankara sebagai mitra atau negara penjamin penyelesaian Suriah, mengingat Turki mendukung terorisme dan dengan demikian merusak proses perdamaian di Suriah.

Pasukan Turki dan FSA yang didukung Ankara telah melakukan dua kampanye militer di Republik Arab Suriah selama beberapa tahun terakhir, membenarkan kehadirannya dengan menyebutkan perlunya mengamankan perbatasannya dengan Suriah di tengah ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Kurdi.

Militer Turki mengendalikan kota-kota Suriah utara, Afrin, Jarablus dan Al-Bab, yang dikutuk Damaskus sebagai pendudukan yang melanggar hukum. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: