News Ticker

Dua Jurnalis Afghanistan Ditembak Mati saat Siaran Langsung

TALOQAN – Dua jurnalis ditembak mati saat tengah melakukan siarang langsung oleh beberapa orang bersenjata yang menyerbu stasiun radio mereka di timur laut Afghanistan.

Shafiq Aria dan Rahimullah Rahmani, keduanya berusia 20-an, ditembak pada hari Selasa di dalam studio Radio Hamsada, sebuah radio swasta yang berbasis di Taloqan, ibukota provinsi Takhar.

Sejauh ini tidak ada yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan penyelidikan sedang dilakukan, kata jurubicara provinsi itu Jawad Hejri kepada kantor berita AFP, Rabu (06/02).

“Dua pria bersenjata tak dikenal memasuki kantor stasiun radio sekitar pukul 6 sore pada hari Selasa. Mereka menembaki dua wartawan yang berada di belakang mikrofon mereka selama siaran langsung. Kedua wartawan itu tewas di tempat kejadian,” katanya.

Baca: Thaliban dan Oposisi Afghanistan akan Gelar Pertemuan di Moskow

Serangan terhadap jurnalis di Afghanistan ini menjadi serangan kedua pada tahun ini. Peristiwa itu terjadi di tengah-tengah perundingan damai antara Taliban, Amerika Serikat, dan pemerintah Afghanistan.

Pada Januari lalu, seorang jurnalis lepas Jawid Noori diculik dan dibunuh anggota Taliban di Provinsi Farah. Menurut lembaga Jurnalis Tanpa Batas (RSF), 2018 menjadi tahun paling mematikan bagi jurnalis di Afghanistan. Tercatat 25 wartawan meninggal pada tahun lalu.

Kepala Fotografer AFP di Afghanistan, Shah Marai, adalah salah satu dari delapan jurnalis yang meninggal dalam serangan bom. Tiga bulan kemudian, sopir AFP, Mohammad Akhtar meninggal dalam serangan bom bunuh diri ketika hendak bekerja. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: