Nabih Berri: Israel Langgar Kedaulatan Lebanon dengan Cara Berbahaya

BEIRUT – Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri mengatakan bahwa rezim Israel melanggar kedaulatan Libanon dengan cara yang “berbahaya” dengan memberi lisensi pada sebuah perusahaan untuk “mengeksploitasi suatu wilayah” untuk sumber daya minyak dan gas di dekat wilayah yang disengketakan.

Sengketa maritim antara kedua belah pihak membentang di zona laut sekitar 800 kilometer persegi. Cekungan Levant yang mendasari Mediterania Timur telah terbukti mengandung cadangan gas alam yang besar, bahkan mungkin minyak mentah.

“(Ini) masalah berbahaya. Israel telah melisensikan dan mengeksploitasi daerah yang berbatasan dengan perbatasan laut selatan Libanon,” kata Berri sebagaimana disampaikan oleh anggota parlemen dari partai Amal, Rabu (06/02) setelah pertemuan.

Baca: Lebanon Lapor ke PBB Soal Serangan Israel ke Suriah Lewat Wilayahnya

“Ini merupakan pelanggaran terhadap kedaulatan Lebanon dan menargetkan kekayaan minyak dan perairan kita.”

Berri bersumpah “tidak akan tinggal diam” dan akan membicarakan masalah ini dengan Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte dalam kunjungannya ke Beirut minggu ini.

Ali Bazzi, seorang anggota parlemen Amal, mengatakan Israel terus melakukan “pelanggaran” meskipun fakta bahwa perusahaan-perusahaan di pihak Libanon telah menjauh dari perbatasan yang disengketakan.

Tahun lalu, pemerintah Lebanon mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani kontrak eksplorasi dan produksi gas untuk dua blok energi, termasuk Blok 9 yang disengketakan, dengan konsorsium Total Prancis, Eni Italia, dan perusahaan minyak dan gas Rusia Novatek.

Baca: Politisi Libanon: Reformasi Putra Mahkota Saudi Sia-sia Jika Masih Serang Yaman

Operator konsorsium Total mengatakan tidak akan mengebor sumur pertama Blok 9 di dekat wilayah air yang disengketakan, menambahkan bahwa sumur akan dibor lebih dari 25 kilometer dari perbatasan laut yang diklaim oleh Israel.

Sejak akhir perang 2006, pasukan Israel telah secara teratur melanggar wilayah udara Lebanon dan membuat serangan ke wilayahnya.

Israel sedang membangun tembok sepanjang 130 kilometer di perbatasan Libanon. (ARN)

About Arrahmahnews 26688 Articles
Media Aktual, Tajam dan Terpercaya

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.