News Ticker

Senat AS Loloskan RUU Anti-Boikot Israel, Kelompok HAM: Baca Konstitusi!

WASHINGTON – Kelompok HAM AS, American Civil Liberties Union (ACLU), mengecam pemungutan suara Senat hari Selasa yang berujung pada diloloskannya Rancangan Undang-Undang pro-Israel yang dibuat dalam upaya untuk menghentikan kontrak dengan para pendukung gerakan Boikot, Divestasi dan Sanksi (BDS).

Mereka yang memprotes keputusan Senat mendesak para Senator AS yang mendukung RUU pro-Israel itu agar “membaca kembali Konstitusi” di negara tersebut.

“Hari ini, Senat memilih politik daripada Konstitusi dan menginjak-injak hak Amandemen Pertama semua orang Amerika,” kata kelompok hak asasi itu, Rabu (06/02).

Baca: Mahasiswa Amerika Aktivis BDS Ditangkap di Israel

Sementara itu, Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC) bergegas untuk memuji tindakan pro-Israel yang diambil senat AS.

“Undang-undang ini mencerminkan ketentuan dalam hukum federal saat ini yang melindungi negara-negara bagian yang mengarahkan divestasi dari perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di sektor energi Iran,” klaim AIPAC, menambahkan bahwa “undang-undang itu tidak berdampak pada hak orang Amerika untuk memboikot Israel secara pribadi atau menentang kebijakan Israel.”

Senat Amerika Serikat, yang didominasi Partai Republik, meloloskan Rancangan Undang-Undang Keamanan Timur Tengah kontroversial yang digagas untuk “melindungi” Israel, Selasa (05/02). RUU itu dibentuk untuk memerangi gerakan global boikot, divestasi, dan sanksi (BDS) yang diterapkan berbagai negara di dunia sebagai bentuk kecaman terhadap pendudukan Negeri Zionis itu terhadap wilayah Palestina.

Kebijakan BDS juga menekan perusahaan-perusahaan swasta untuk tak berbisnis dengan Israel.

Baca: Bank Terbesar ke-7 Dunia Gabung Gerakan Boikot Israel

Senator Partai Republik, Marco Rubio menjadi salah satu pendukung RUU itu. Ia mengatakan RUU itu sebagai cara memerangi kebijakan ekonomi yang diskriminatif terhadap Israel.

RUU itu memungkinkan pemerintah negara bagian AS melepaskan diri dari pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan BDS yang menargetkan Israel atau individu/perusahaan-perusahaan berbisnis di negara Yahudi itu.

Tak hanya itu, RUU tersebut juga memungkinkan pemerintah mengirim senjata ke Israel, memperluas kerja sama militer dengan Yordania, dan menjatuhkan sanksi baru terhadap Suriah.

Draf RUU itu disetujui oleh 77 dari total 100 suara. Satu dari seluruh anggota Senat Partai Republik menolak RUU tersebut.

Sementara itu 25 dari 47 senator asal Partai Demokrat di Senat juga mendukung RUU itu.

Baca: Ratusan Akademisi Inggris Tanda-Tangani Surat Perjanjian Boikot Israel

Meski begitu, sebelum disahkan Kongres, RUU itu masih harus melewati pemungutan suara di Dewan Perwakilan yang kini didominasi oleh Demokrat. Dan sejumlah anggota Dewan Perwakilan dari Partai Demokrat menyatakan menentang draf beleid itu yang dinilai dapat mengancam kebebasan berbicara yang selama ini dilindungi konstitusi AS.

Anggota Dewan Perwakilan fraksi Partai Demokrat, Rashida Tlaib dan Ilhan Omar, menjadi yang paling vokal menentang RUU tersebut. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: