NewsTicker

‘Mau atau Tidak’, AS Harus Hengkang dari Suriah

Arrahmahnews.com TEHERAN – AS mengumumkan akan menarik tentaranya dari Suriah pada Desember 2018, tetapi laporan terbaru oleh media Turki menunjukkan bahwa jumlah tentara Amerika di Republik Arab justru meningkat.

Penasihat senior pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, dikutip oleh Kantor Berita Tasnim, mengatakan setelah pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Suriah Walid al-Muallem pada 6 Februari, baik AS menghendaki maupun tidak, “harus meninggalkan Suriah”. Velayati lebih lanjut menyatakan bahwa Damaskus saat ini menguasai 90% tanah dan akan segera membebaskan sisanya.

BacaLebih dari 1.500 Teroris Asing Masuk ke Idlib dari Turki

Presiden Iran Hassan Rouhani, yang juga berpartisipasi dalam perundingan, menambahkan bahwa “stabilitas dan keamanan penuh Suriah” dan kembalinya rakyat pada keadaan normal adalah salah satu tujuan kebijakan luar negeri Iran.

Muallem berterima kasih kepada Iran atas bantuannya dan mengatakan bahwa selama kedua negara tetap bersama, mereka akan mencapai “kemenangan melawan terorisme [dan] kolonialisme”.

Baca: Analis: Trump Mungkin Ingkari Janjinya Tarik Pasukan dari Suriah

Washington mengumumkan penarikan pasukannya dari Suriah pada Desember 2018 yang berjanji akan mengirim sekitar 3.000 tentara ke rumah dalam beberapa bulan mendatang. Namun, beberapa sekutu negara itu, serta politisi Amerika, khawatir penarikan militer akan mengarah pada kebangkitan Daesh/ISIS dan serangan terhadap sekutu Kurdi Washington oleh Turki.

Selain itu, surat kabar Turki melaporkan bahwa kontingen militer AS sebenarnya telah meningkat sejak pengumuman penarikan. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: