News Ticker

Rusia: AS Masih Bernafsu Lancarkan Invasi Militer ke Venezuela

MOSKOW – Rusia memperingatkan bahwa Amerika Serikat sedang mempertimbangkan sejumlah opsi terhadap pemerintah Presiden Venezuela Nicolas Maduro, termasuk invasi militer langsung ke negara Amerika Latin yang telah dilanda kerusuhan politik selama beberapa pekan terakhir itu.

“Masih ada tanda-tanda dari Washington tentang kemungkinan menggunakan kekuatan untuk menggulingkan otoritas hukum, termasuk melalui invasi militer langsung,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova pada briefing mingguan di Moskow pada hari Kamis (07/02), menambahkan bahwa hal ini dibicarakan secara terbuka di Gedung Putih.”

Puluhan ribu rakyat Venezuela telah memadati jalan-jalan Venezuela, mengadakan aksi unjuk rasa mendukung dan melawan Maduro, yang memulai masa jabatan enam tahun keduanya pada bulan lalu.

Suasana makin memanas dmulai setelah Juan Guaido, pemimpin oposisi di Majelis Nasional negara itu, menyatakan dirinya sebagai “presiden sementara” dan mendesak Maduro untuk mengundurkan diri.

AS bergegas mendukung Guaido, mengumumkan sanksi terhadap industri minyak Venezuela. Pejabat AS lainnya juga menggandakan kemungkinan tindakan militer, menegaskan kembali sikap Presiden Donald Trump bahwa “semua opsi ada di meja.”

Baca: Utusan AS untuk Venezuela Sarankan Maduro Minggat ke Rusia atau Kuba

Dalam sebuah wawancara dengan CBS pada hari Minggu, Trump mengatakan aksi militer terhadap Maduro tetap merupakan “pilihan.”

Zakharova mengatakan pada hari Kamis bahwa Washington telah mengambil keputusan tentang tindakan militer dan segala sesuatu selain dari itu tidak lebih hanyalah operasi untuk pembenaran. Diplomat Rusia itu juga menyebut bahwa ancaman seperti itu melanggar Piagam PBB.

Ia mengkritik para pejabat Amerika karena mengancam Caracas dengan lebih banyak sanksi ekonomi sambil menyerukan kepada militer untuk membelot dari pemerintahan Maduro yang sah.

“Washington telah beralih ke ancaman langsung sanksi terhadap militer Venezuela, yang tetap loyal kepada pemerintahan yang sah. Hal itu hanyalah terjemahan baru yang berbeda dari pendekatan ‘wortel dan tongkat’. Di satu sisi, mereka mengancam dengan kemungkinan hukuman, di sisi lain, mereka menjanjikan hadiah potensial “, kata Zakharova.

Baca: Maduro: Minyak, Emas & Kekayaan Alam Venezuela Dibalik Perang Salib Trump

“Saya ingin mengingatkan, bahwa pernyataan seperti ini dari mulut para pejabat Amerika adalah pelanggaran langsung terhadap Pasal 2 Par. 4 Piagam PBB, yang memerintahkan semua anggota PBB untuk menahan diri dari ancaman atau penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional,” katanya pada konferensi itu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: