News Ticker

Rusia: Teroris Siapkan Provokasi Militer Besar-besaran di Idlib

Arrahmahnews.com, MOSKOW – Rusia mencatat persiapan teroris untuk provokasi militer besar-besaran di provinsi Idlib, Suriah. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengatakan hal ini pada hari Kamis (07/02).

Diplomat itu menunjuk pada serangan tak henti-hentinya oleh gerilyawan kelompok Hayat Tahrir al-Sham terhadap pasukan Suriah di provinsi Idlib. Hingga semalam, dari mulai 5 Februari, para teroris meluncurkan serangkaian serangan terhadap posisi pasukan pemerintah di daerah Aleppo, katanya.

Baca: Komandan IRGC Ingatkan Bahaya ISIS ke Iran, China, Rusia

“Selama seminggu terakhir saja, pihak Rusia telah mencatat 35 kasus seperti itu sementara para ekstrimis tidak hanya menembaki distrik tetangga tetapi juga mempersiapkan operasi ofensif penuh,” kata jurubicara itu.

“Menurut informasi yang masuk, akhir Januari, teroris al-Nusra beralih ke apa yang disebut sekutu mereka dari kelompok Hora al-Din dan Partai Islam Turkistan [organisasi ekstremis yang terdiri dari tentara bayaran Uighur] yang beroperasi di Idlib dengan panggilan untuk memulai persiapan bersama guna kemungkinan peluncuran operasi militer skala besar, ”kata diplomat itu.

Baca: FSB Tangkap Sel Teroris ISIS di Ibukota Rusia, Moskow

Seperti yang ditekankan juru bicara itu, para teroris bertujuan untuk membangun kendali atas seluruh zona de-eskalasi di Idlib.

“Jelas bahwa tujuan para teroris adalah untuk mendapatkan kendali atas seluruh zona de-eskalasi Idlib,” katanya.

“Menurut informasi yang masuk, mereka berencana untuk mendirikan markas operasional tunggal dengan komando terpusat yang terdiri dari komandan lapangan semua formasi bersenjata ilegal yang aktif di zona itu,” kata jurubicara tersebut.

Moskow mencatat adanya kekhawatiran bahwa para teroris menyimpan agen perang kimia di sepanjang garis keterlibatan dengan pasukan Suriah sementara White Helmets memberikan dukungan aktif kepada para teroris dalam hal itu. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: