News Ticker

Pemimpin Tertinggi Iran: Rezim AS Pembuat Krisis dan Penghasut Perang

Arrahmahnews.com, TEHERAN – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Sayyid Ali Khamenei, menyebut AS sebagai “perwujudan kejahatan dan kekerasan” yang keberadaannya bergantung pada mengganggu kedaulatan negara lain.

“Rezim AS adalah perwujudan kejahatan dan kekerasan; pembuat krisis dan penghasut perang, ”kata Ayatollah Khamenei dalam pertemuan Hari Jumat (08/02) bersama dengan sekelompok komandan dan personel Angkatan Udara Iran di Teheran.

“Keberadaan rezim AS selalu … bergantung pada perambahan yang bertujuan untuk mengamankan kepentingannya sendiri,” katanya, seraya menambahkan bahwa bangsa Iran akan terus meneriakkan “Kematian bagi Amerika” selama Amerika Serikat tetap jahat.

Baca: Ayatullah Ali Khamanei: Trump Bongkar Borok Amerika

“AS adalah perwujudan kejahatan, tetapi masih mengeluh mengapa kalian menyebut ‘Kematian bagi Amerika’,” kata Pemimpin Iran tersebut, merujuk pada pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang Iran dalam pidato State of the Union-nya di hari Selasa.

Trump mengatakan bahwa Iran “meneriakkan kematian bagi Amerika dan mengancam genosida terhadap orang-orang Yahudi,” menambahkan “Kami tidak akan mengalihkan pandangan kami dari” Republik Islam.

“Pertama-tama, saya harus memberi tahu para pejabat Amerika: ‘Kematian bagi Amerika’ berarti kematian bagi Trump, [penasihat keamanan nasional AS] John Bolton, dan [Menteri Luar Negeri AS Mike] Pompeo. Ini berarti kematian bagi penguasa Amerika yang saat ini adalah individu-individu ini,” kata Ayatollah Khamenei.

Baca: Ali Khamanei ; AS Negara Teroris dan Pendukung Terorisme

“Kematian bagi Amerika berarti ‘kematian’ bagimu, beberapa orang yang memerintah negara ini; kami tidak bermaksud bangsa Amerika, “kata Pemimpin Iran itu lebih lanjut.

“Kedua, bangsa Iran akan terus meneriakkan slogan ‘Matilah Amerika’ selama AS tetap jahat dan keji,” tambahnya.

Setiap tahun pada 8 Februari, para komandan dan personel Angkatan Udara Iran bertemu dengan Pemimpin Republik Islam tersebut untuk menandai kesetiaan bersejarah perwira Angkatan Udara Iran dengan almarhum pendiri Republik Islam, AyatollahKhomeini pada 8 Februari 1979.

Pertemuan itu dipandang sebagai titik balik yang mengarah pada kemenangan Revolusi Islam tiga hari yang akan datang, menutup kekuasaan rezim Pahlavi yang didukung AS di Iran. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: