NewsTicker

Irak Tegaskan Kembali Penentangan terhadap Sanksi AS untuk Iran

Arrahmahnews.com, BAGHDAD – Ketua Parlemen Irak, Mohammed al-Halbusi, menegaskan kembali penentangan negaranya terhadap sanksi yang dijatuhkan AS terhadap Iran.

Dalam pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Irak, Iraj Masjedi, pada hari Sabtu (09/02), Halbusi mengatakan bahwa Irak harus memenuhi kebutuhan energinya dengan mengimpor gas dan listrik dari Iran tetapi sanksi AS telah menciptakan masalah dalam hal ini.

Iran pada hari Jumat menandatangani perjanjian untuk memperpanjang ekspor 1.200 megawatt listrik ke negara tetangganya, Irak.

Baca: Iran-Irak Gagalkan Upaya AS Rusak Hubungan Baik Kedua Negara

Kesepakatan itu ditandatangani oleh direktur pelaksana Organisasi Pengelolaan dan Pembangkit Tenaga Listrik (Tavanir) yang dikelola pemerintah Iran, Mohammad Hassan Motevalizadeh, dan wakil menteri listrik Irak di Teheran.

Irak adalah importir listrik terbesar dari Iran. Dibutuhkan lebih dari 23.000 megawatt listrik untuk memenuhi permintaan domestiknya tetapi perang bertahun-tahun setelah invasi AS tahun 2003 telah membuat infrastruktur listriknya hancur berkeping-keping dan defisit sekitar 7.000 megawatt.

Lebih lanjut anggota parlemen Irak tersebut mengatakan bahwa Iran dan Irak telah memainkan peran utama dalam mempromosikan stabilitas dan keamanan di kawasan.

Baca: PM Irak ke Trump: Jangan Gunakan Negara Kami Serang Negara Lain

Halbusi memuji peran kunci dan tak terlupakan Iran dalam membantu Irak memerangi terorisme dan menyatakan harapan bahwa Teheran akan melanjutkan dukungannya bagi Baghdad dalam rencana rekonstruksi negara itu. Ia mengatakan pemerintah Irak dan parlemen memandang penting untuk memperkuat hubungan dengan Iran di berbagai bidang. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: