News Ticker

Sri Kesuma: Tuah Iriana Jokowi

  • Kampanye Hitam
  • Sengkuni
  • Khilafah Ingin Suriahkan Indonesia
  • Limbah Beracun
  • Tabloid Indonesia Barokah
Iriana Jokowi Iriana Jokowi

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Hj. Iriana atau juga dikenal dengan Ibu Iriana Joko Widodo (lahir di Surakarta, Jawa Tengah, Indonesia, 1 Oktober 1963; umur 55 tahun) adalah Ibu Negara Indonesia saat ini yang menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia adalah istri dari Presiden Indonesia ketujuh, Ir. H. Joko Widodo.

Dirimu adalah perempuan kukuh di tengah berjuta godaan duniawi. Walau kau mampu sebenarnya bermewah diri. Kau istri pengusaha sukses sebelum menjejak istana. Tapi kau memilih jalan sepi tanpa gemerlap. Berpuasa, menahan diri dengan mencicipi dunia sekadarnya saja. Akibat pilihan hidupmu itu, para penyogok, penyuap yang lazim berkeliaran mendekati orang puncak istana, kini tak berani lagi mendekatimu. Itulah tuahmu

Pada saat Joko Widodo masih menjabat Gubernur DKI Jakarta, sebagai istri gubernur, Iriana juga menjabat Ketua Tim Penggerak PKK DKI Jakarta 2012-2014. Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kota Surakarta sejak 2005 hingga 2012 saat suaminya menjabat sebagai Wali Kota Surakarta.

Sosok ibu negara yang amat sederhana sekali. Iriana adalah sosok panutan yang layak ditiru oleh para ibu pejabat-pejabat lain, dia sosok yang sangat kuat dan tabah dalam menemani Jokowi menjalankan roda pemerintahan.

Baca: Jokowi: Saya Kurus tapi Tak Takut untuk Kepentingan Rakyat dan Bangsa

Kesederhanaan ibu Iriana membuat salah seorang netizen menulis tentang keanggunan dan kesederhanaannya, akun facbeook Sri Kesuma membuat sebuah tulisan yang cukup jelas bagaimana seorang ibu negara berpenampilan apa adanya, berikut tulisannya:

TUAH

Duluu..

Aku pilu melihat Iriana berbaju. Terlalu sederhana. Seolah ia adalah orang yang baru keluar dari kepapaan saja.Tak malukah Iriana tampil begitu di tengah gemerlap sosialita ibukota? Tapi Iriana nampaknya tenang-tenang saja. Tersenyum manis saja ketika sesekali muncul di televisi sebagai pendamping gubernur DKI.

Hanya sebentar Iriana bersibuk diri di DKI. Nasib kemudian melemparkannya setinggi-tingginya. Menjadi first lady di negeri maha luas ini. Maka kulambungkan harapan, Iriana akan tampil lebih berkelas. Layaknya istri orang nomor satu. Kuberharap, Iriana mau menjadikan mbak Anisa Pohan-calon first lady Indonesia masa depan itu-sebagai benchmark, bagaimana cara tampil memukau di depan rakyat. Layaknya bangsawan kelas dunia.

Tapiii..

Tapi Iriana masih saja begitu. Tampil bersahaja. Apa adanya.

Pelitkah lakinya ke Iriana sehingga Iriana tak ada uang untuk menggerlapkan diri? Aku jadi menduga-duga. Karena banyak juga kan, laki yang maha pelit ke istri tapi maha royal ke anak? Maka ku amati penampilan anak-anaknya di media dari waktu ke waktu. Waduhh..Tak kalah nestapa dengan ibunya. Bagaikan rakyat kebanyakan saja. Begitu bersahaja. Hanya yang bontot yang agak sedikit peduli penampilan. Itu pun masih belum bisa disebut maksimal.

Baca: Denny Siregar: Jokowi Titisan Soekarno

Rupanya..Rupanya kesederhanaan memang sudah mendarah daging di keluarga Iriana.

Empat tahun lebih bersentuhan dengan istana, first Lady bernama Iriana tetap tak banyak berubah. Tetap tak berjejak gemerlap. Seolah Perawatan kecantikan kelas satu, tetap tak mampu untuk disentuhnya. Hanya di acara kenegaraan resmi saja Iriana tampil memukau dengan kebayanya. Selebihnya kembali sederhana.

Namun kuamati, Iriana tetap tenang-tenang saja. Senyum-senyum saja saat mendampingi lakinya turun ke lapangan. Ikut melambaikan tangan ke kerumunan masyarakat yang berjejal dimana-mana menyambutnya. Ikut berbaur disamping lakinya yang tak kenal lelah meladeni masyarakat.

Iriana ikut larut di situ. Membiarkan waktunya dan lakinya habis bersama rakyat. Berpanas-panas. Kadang berhujan dalam balutan baju biasa. Tak berbeda jauh dengan rakyatnya. Mungkin penampilan sederhana Iriana dan lakinya itulah yang membawa keberanian bagi rakyat mendekat. Menyentuh langsung pemimpin tertinggi mereka. Bahkan tanpa risih Iriana membiarkan dirinya dipeluk erat seorang guru yang baru ditemuinya dalam sebuah kunjungan.

Baca: HARU! Air Mata Rakyat Doakan Jokowi

Iriana dan lakinya lebur. Menyatu dengan rakyat.

Padahal ku ingat, di era sebelum ini, presiden lengket di istana. Sesekali turun ke masyarakat. Buat Meresmikan ini-itu. Berpidato santun di podium dengan balutan baju bagus. Nampak gagah dan wangi. First Lady beserta anak menantunya? 100 persen lebih mewah lagi..😅 Bisa jadi, karena gaya hidup itu, rakyat papa tak berani spontan mendekat. Hanya menyambut kedatangan presidennya di pinggir jalan. Melambai-lambaikan bendera kertas sesuai instruksi. Nyaris tanpa emosi.

Pelan-pelan, aku dituntun mengerti makna kesederhanaan Iriana dan keluarganya. Kesederhanaan Iriana adalah sebuah TUAH.

Pernahkah kau amati?

Perhatikanlah. Sejak ada Iriana, gelombang istri pejabat yang tampil bermewah diri di hadapan rakyat mulai menyurut. Mau tak mau, sudi tak sudi, para istri pejabat akhirnya mulai menahan diri untuk tampil bak sosialita kelas atas. Mereka mulai membumi, berbaju sederhana mendampingi Iriana untuk suatu tugas. Semua tunduk pada pilihan fashion ala Iriana. Sederhana. Yang penting bersih dan rapi.

Maka mulai lenyaplah gaya istri pejabat bermewah-mewah dengan tas seharga satu-dua rumah rakyat. Kacamata hitam brand terkenal raib entah kemana. Kini disamping Iriana, mereka tampil bersahaja saja. Layaknya baju pendamping pelayan rakyat.

Setujukah kau sahabatku, jika aku ingatkan bahwa sejatinya pejabat digaji dengan pajak rakyat untuk melayani rakyat? Istri, hanya pendamping dari pelayan rakyat tersebut.

Baca: Jokowi Pemimpin ‘NDESO’ yang Cerdas, Sederhana dan Merakyat

Kebersahajaan Iriana yang dulu ku anggap kelemahan kini aku anggap kekuatan seorang Iriana. Aku mulai paham tuah fashionmu, ibu negaraku..

Dirimu adalah perempuan kukuh di tengah berjuta godaan duniawi. Walau kau mampu sebenarnya bermewah diri. Kau istri pengusaha sukses sebelum menjejak istana. Tapi kau memilih jalan sepi tanpa gemerlap. Berpuasa, menahan diri dengan mencicipi dunia sekadarnya saja. Akibat pilihan hidupmu itu, para penyogok, penyuap yang lazim berkeliaran mendekati orang puncak istana, kini tak berani lagi mendekatimu. Itulah tuahmu.

Akhirnya aku sampai pada kesimpulan, jika istri presiden dan para istri pejabat berelahati hidup tak gemerlap, pertanda negeri ini akan selamat.

Sependapatkah kita?

Kalau kau kurang yakin akan kataku itu, periksalah kisah hidup Imelda Marcos dan Rosmah Mansor-istri mantan perdana mentri Malaysia. Laki dua wanita yang bergelimang hidup mewah itu, akhirnya sama-sama mendapat cap paling nista. Maling duit rakyat. KORUPTOR. Dan gaya mewah si istri menjadi bully-an di media massa.

Maka..Salam hormat untukmu ibu negaraku Pada pilihan hidupmu itu, hatiku bertekuk lutut. (ARN)

Sumber Akun Facebook Sri Kesuma

Iklan
  • Perang Suriah dan Bashar Assad
  • Denny Siregar
  • Jokowi Pemberani
  • Demonstran
  • Teddy Gusnaidi “Agnes Monica, Diantara ISIS dan Hizbut Tahrir”
  • Jokowi di Madura

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: