News Ticker

Analis: Gerakan BDS Lemahkan Lobi Israel dalam Pemerintahan AS

Arrahmahnews.com, VIRGINIA – Pengaruh kuat lobi-Israel dalam pemerintahan AS telah mulai memudar sebagai akibat dari perubahan baru-baru ini dalam pandangan publik Amerika tentang rezim Tel Aviv. Seorang analis politik Amerika mengatakan hal ini dalam wawancaranya.

Keith Preston, direktur Attackthesystem.com, berpendapat bahwa frustrasi di tengah atas dukungan tanpa syarat Washington untuk Tel Aviv semakin meningkat dalam masyarakat dan politisi Amerika.

“Ya, memang benar bahwa Israel memiliki cengkeraman yang sangat sangat kuat terhadap pemerintah Amerika,” kata Preston kepada Press TV pada hari Minggu (10/02), menambahkan bahwa Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC) selama ini memiliki pengaruh kuat dalam proses pembuatan kebijakan di AS.

Baca: Senat AS Loloskan RUU Anti-Boikot Israel, Kelompok HAM: Baca Konstitusi!

Analis itu mengatakan bahwa pengaruh lobi pro-Israel paling kuat terlihat ketika Donald Trump dan calon presiden AS 2016 lainnya menghadiri acara-acara oleh AIPAC untuk meyakinkan kelompok kepentingan yang kuat atas komitmen mereka untuk melindungi kepentingan Israel.

Namun, lanskap politik di AS telah melihat beberapa perubahan berkaitan dengan Israel dan meskipun politisi tetap sekutu kuat rezim, lebih banyak orang berbalik menentangnya.

“Sementara orang-orang Amerika umumnya yang sebelumnya sangat sangat pro-Israel, mulai agak menurun,” kata Preston. “Saya pikir semakin banyak orang, misalnya di Amerika Serikat yang bosan dengan Amerika yang terus-menerus berperang di Timur Tengah yang sebagian besarnya dikarenakan pengaruh lobi Israel terhadap kebijakan luar negeri Amerika.”

Perubahan penting lainnya, katanya, adalah meningkatnya populasi etnis dan agama minoritas di AS, yang “benar-benar melihat orang-orang Palestina sebagai orang-orang yang tertindas.”

Baca: Bank Terbesar ke-7 Dunia Gabung Gerakan Boikot Israel

Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, yang menjadi anggota Muslim pertama Dewan Perwakilan Rakyat pada bulan Januari, telah terang-terangan berbicara tentang kritik mereka terhadap kejahatan Israel terhadap rakyat Palestina.

Omar menuding rezim Tel Aviv melakukan diskriminasi terhadap Palestina yang mirip dengan apartheid.

Tlaib, di sisi lain, berpendapat bahwa gerakan BDS dapat menarik perhatian pada “masalah-masalah seperti rasisme dan pelanggaran HAM internasional oleh Israel saat ini.”

Sikap pro-BDS oleh orang-orang seperti Omar dan Tlaib, menurut Preston, menggerogoti pengaruh Israel di AS.

“Kekuatan pro-Israel di Amerika Serikat takut dengan gerakan BDS dan itulah sebabnya mereka berusaha untuk mengesahkan undang-undang yang pada dasarnya akan mengkriminalkan gerakan itu,” jelasnya.” Dan pada dasarnya, itulah yang ditentang oleh dua wakil ini, Tlaib dan Omar.”

Baca: GILA! Putra Mahkota Saudi Temui Lobi Zionis di AS

“Kongres pada dasarnya berusaha untuk mengesahkan hukum inkonstitusional atas nama Israel untuk merusak gerakan BDS,” katanya.

“Tapi saya pikir kita akan melihat lebih banyak suara seperti (Omar dan Tlaib) ini di masa mendatang … Saya pikir semakin banyak pejabat terpilih dan tentu saja masyarakat umum akan menjadi semakin sadar hubungan antara AS dan Israel serta pengaruh negatif Israel bagi masyarakat Amerika dalam hal kebijakan luar negeri dan sejumlah masalah lainnya,” ujar analis itu menyimpulkan. (ARN)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: