News Ticker

Mantan Kepala Intelijen Saudi: Hubungan Saudi-Israel Berlangsung sejak 25 Tahun Lalu

RIYADH – Mantan Kepala Intelejen Saudi, Turki Al-Faisal, akhir pekan ini mengungkap bahwa hubungan rahasia antara Israel dan sejumlah negara Teluk sebenarnya sudah berlangsung sejak 25 tahun lalu.

Laporan dari surat kabar Qatar, Al-Arab, yang dikutip MEMO pada Senin (11/02) kemarin menyebut bahwa Al-Faisal telah diwawancarai oleh jurnalis Israel Barak Ravid, yang mengklaim telah melakukan wawancara dengan 20 pejabat Teluk terkemuka yang mengetahui tentang hubungan rahasia dengan Israel. Namun, banyak dari orang-orang ini menolak untuk berbicara di hadapan kamera.

Ravid mengatakan bahwa Al-Faisal, yang telah berbicara beberapa kali dengan media Israel, dan mengkritik perlawanan Palestina, setuju untuk berbicara untuk sebuah program yang disebut “Rahasia Teluk”, yang mengeksplorasi hubungan rahasia antara Israel, Arab Saudi, Bahrain dan Qatar .

Baca: Pernyataan Pangeran Mahkota Ungkap Hubungan Gelap Saudi-Israel

TV Israel itu hanya menyiarkan dua menit wawancara, yang rencananya akan ditayangkan sepenuhnya sebagai serial. Dalam dua menit ini, Al-Faisal menyebut situasi Israel-Palestina sebagai “masalah Palestina atau menyelesaikan konflik,” dia bahkan tidak menyebut istilah yang selama ini digunakan oleh negara-negara Arab seperti “konflik Arab-Israel,” yang disebutkan dalam Inisiatif Perdamaian Arab rumusan Arab Saudi.

Dalam seri ini, Ravid mengklaim ia akan mengungkapkan informasi tentang “dunia hubungan ekonomi, politik dan militer” antara Israel dan Arab Saudi, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA). Ia menambahkan bahwa sebagian besar warga Israel tidak tahu tentang hubungan ini, karena hubungan ini dijalankan oleh Kementerian Luar Negeri Israel, bersama dengan badan intelijen nasional Israel Mossad.

Baca: Media Swiss Ungkap Kerjasama Rahasia Saudi-Israel

Selama serangan Israel di Gaza pada 2014, Al-Faisal – yang merupakan anggota keluarga kerajaan Saudi – mengatakan bahwa ia akan menyambut orang-orang Israel di negaranya. Dan ini bukan pertama kalinya ia membuat pernyataan semacam itu, setelah pernah menulis artikel untuk surat kabar Hebron, dimana ia menuliskan untuk orang-orang Israel: “Saya menyambut Anda di rumah saya di [ibukota Saudi] Riyadh.”

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: