NewsTicker

Turki Perintahkan Penangkapan 1.112 Orang Terkait Jaringan Gulen

ANKARA – Jaksa penuntut Turki pada hari Selasa (12/02) memerintahkan penangkapan 1.112 orang, dan memenjarakan lebih dari 700 orang, atas dugaan hubungan mereka dengan jaringan ulama Muslim yang berbasis di AS, Fethullah Gulen, yang dituduh mengatur upaya kudeta pada tahun 2016.

Jaksa penuntut umum Ankara mengatakan bahwa para pejabat telah mengirim ke pihak berwenang di 75 provinsi, nama-nama 1.112 orang yang sedang diselidiki atas dugaan hubungan dengan Gulen dan gerakannya.

Kantor berita pemerintah, Anadolu Agency, melaporkan bahwa selama penggerebekan nasional, setidaknya 729 orang ditangkap,.

Baca: Pengakuan Mengejutkan Jurnalis Maysir Yildiz Soal Kudeta Turki

Operasi itu termasuk yang terbesar yang diluncurkan terhadap orang-orang yang diduga sebagai pendukung Gulen sejak kudeta gagal.

Kantor berita Anadolu Agency menyebut operasi yang dilancarkan otoritas Turki pada Selasa (12/2) waktu setempat itu berkaitan dengan kecurangan dalam ujian satuan kepolisian tahun 2010 untuk para personel yang ingin menjadi Deputi Inspektur. Diduga beberapa personel telah menerima jawaban lebih awal sebelum ujian digelar.

Kantor kejaksaan umum Ankara, yang memimpin penyelidikan kudeta, mengatakan 130 orang dalam daftar tersangka adalah wakil kepala polisi yang masih bertugas aktif.

Sejauh ini 124 tersangka telah ditangkap dalam operasi yang diluncurkan oleh kantor jaksa Ankara dan diperluas ke sebanyak 76 provinsi. Tidak diketahui berapa banyak tersangka yang masih mengabdi pada kepolisian setempat.

Baca: Dituduh Terlibat Kudeta, 6 Wartawan Turki Dihukum Seumur Hidup

“Iblis tidak akan melakukan muslihat seperti yang mereka lakukan. Kita akan menghabisi mereka,” ucap Menteri Dalam Negeri, Suleyman Soylu, mengomentari operasi besar terhadap para pendukung Gulen itu.

Pemerintah Turki menyebut jaringan Gulen selama beberapa dekade menyusup ke dalam sejumlah institusi termasuk institusi keamanan, kehakiman dan kementerian, dengan terkadang membantu kecurangan dalam ujian-ujian yang digelar. Hal-hal itu, disebut Turki, demi menciptakan ‘negara paralel’. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: