NewsTicker

Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran “Fase Kedua Revolusi Islam”

TEHERAN – Ayatollah Khamenei telah mengeluarkan sebuah pernyataan terperinci dengan tema “Fase Kedua Revolusi Islam” pada kesempatan peringatan 40 tahun revolusi 1979 yang menggulingkan rezim Pahlavi dukungan AS.

Dalam pernyataan itu, Ayatollah Khamenei mengatakan bahwa Revolusi Islam menjamin keamanan, stabilitas, dan integritas wilayah Iran, serta menekankan bahwa Iran tidak boleh mundur dari nilai-nilai nasional dan revolusionernya.

“Di antara semua negara yang menderita penindasan, hanya sedikit yang melakukan upaya untuk meluncurkan revolusi; dan di antara negara-negara yang telah bangkit dan meluncurkan revolusi, sedikit yang telah menyaksikan keberhasilan akhir, atau bergerak lebih dari sekadar mengubah pemerintahan dan melindungi nilai-nilai revolusioner mereka,” bunyi pernyataan itu.

Baca: Presiden Iran: Revolusi Islam akan Terus Kalahkan Semua Plot AS

“Namun, Revolusi sukses bangsa Iran, yang merupakan revolusi terbesar dan paling populer di era kontemporer, adalah satu-satunya revolusi yang bertahan selama empat puluh tahun dengan penuh kehormatan, diselamatkan dari pengkhianatan terhadap nilai-nilainya, dan (revolusi) ini telah berhasil mempertahankan harkat dan martabat semboyan-semboyan orisinilnya melawan semua godaan yang tampak tak tertahankan, serta kini memasuki fase kedua pengembangan diri, proses masyarakat dan pembangunan peradaban,” tambah Pemimpin Iran tersebut.

“Pada hari ketika dunia terbagi menjadi Barat dan Timur yang materialistis, dan tidak ada yang mengira akan muncul gerakan keagamaan besar, Revolusi Islam Iran melangkah ke panggung dengan megah dan perkasa; ia menghancurkan batasan-batasan; ia menunjukkan kepada dunia bahwa ide-ide mereka telah usang; ia menempatkan agama dan dunia material bersama-sama, dan menyatakan datangnya era baru,” ujar Ayatollah Khamenei melanjutkan.

“Hari ini, setelah perayaan tahunan kemenangan Revolusi yang ke-40…, salah satu dari dua pusat permusuhan (Uni Soviet) telah musnah, dan yang kedua (AS) sedang berjuang dengan kesulitan yang menandakan kematiannya dalam waktu dekat. Sementara, Revolusi Islam terus maju sambil menjaga dan mematuhi semboyan-semboyannya.”

Baca: Sultan Brunei, Presiden Azerbaijan Ucapkan Selamat atas 40 Tahun Revolusi Islam Iran

Pemimpin Iran itu mencatat bahwa semboyan Revolusi yang adalah kebebasan, etika, spiritualitas, keadilan, kemerdekaan, martabat, rasionalitas dan persaudaraan, tidak memiliki tanggal kedaluwarsa dan “tidak terbatas pada satu generasi atau masyarakat saja, sehingga mereka akan bangkit dalam periode dan generasi berikutnya.”

“Mustahil membayangkan orang yang membenci nilai-nilai ini,” tegasnya.

“Sejak awal, Revolusi ini tidak pernah tanpa belas kasihan dan tidak pernah menumpahkan darah; tidak pasif atau ragu-ragu. Berdiri dengan tegas dan berani melawan pengganggu dan penjahat, (revolusi) ini telah membela yang tertindas,” kata Ayatollah Khamenei. (ARN)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: