News Ticker

Eko Kuntadhi ‘Semprot’ CEO Bukalapak ‘Tak Punya Etika’

Eko Kuntadhi 'Semprot' CEO Bukalapak 'Tak Punya Etika' Sumber EkoKuntadhi.id

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Pegiat Medsos Eko Kuntadhi kesal dengan cuitan CEO Bukalapak Achmad Zaky, dalam tulisannya Eko melampiaskan kekesalannya “ini soal etika bukan soal pilihan politik”. Bahkan tagar-tagar di twitter terkait hal tersebut menjadi trending topik, antara lain: #uninstallbukalapak, #BoikotBukalapak, Zaky, Presiden Baru.

Pada ujungnya adalah soal etika. Bukan cuma soal boikot-boikotan. Bukalapak adalah salah satu unicorn Indonesia. Selain Bukalapak, kita juga punya Tokopedia yang asli milik anak negeri. Unicorn disini maksudnya perusahaan start-up yang valuasinya di atas 1 milyar dolar AS.

Jadi begini. Presiden Jokowi kita tahu, memberi dukungan luar biasa pada karya anak bangsa. Ia mendorong perusahaan-perusahaan start-up untuk tumbuh dan berkembang. Pemerintah bahkan membentuk tim khusus untuk mendorong beberapa start-up lagi untuk tumbuh menjadi unicorn baru.

Baca: Kiat Kocak Denny Siregar Kepada CEO Bukalapak

Kepada Bukalapak perhatian Jokowi gak kalah. Ini ditunjukan Presiden hadir di acara ulang tahun BL. Suatu kegiatan yang jarang pernah dilakukan Jokowi untuk menghadiri acara perusahaan milik konglomerat sekalipun. Saat acara itu, tentu saja, CEO BL Achmad Zaky bisa bicara banyak dengan Presiden.

Gak cuma datang, Jokowi juga meng-endorse Bukalapak di akun media sosialnya. Betapa beruntungnya Bukalapak mendapat perhatian besar seperti itu. Sebuah perhatian tulus dari seorang kepala negara.

Sebelumnya pertemuan Zaky dan Presiden beberapa kali terjadi. Bersama bos start-up lain Zaky punya banyak kesempatan melontarkan masukan dan gagasan.

Orang yang pernah berjumpa dengan Presiden Jokowi pasti tahu, ruang komunikasi itu gak susah. Jokowi bukan tipe Presiden yang banyak ngomong. Dia selalu memberi ruang orang lain untuk bicara. Dia selalu membuka diri untuk masukan.

Apalagi jika datang dari pengusaha seperti Zaky.

Baca: Jangan Mau Dibohongi Pake Khilafah

Bukan hanya Zaky. Diajeng Lestari, pendiri Hijup.com, juga baru saja diterima diterima Jokowi di istana negara. Diajeng pasti merasakan bagaimana besarnya perhatian Presiden pada bisnis anak-anak muda. Diajeng adalah istri Achmad Zaky.

Jadi kepada bisnis yang digeluti Zaky dan keluarga, Jokowi memang memberi support luar biasa. Dukungan dari seorang Presiden dinikmati Zaky dan kekuarga yang menjadikannya kini kaya raya.

Lalu apa balasan Zaky?

Baru saja dia menulis di twitter sebuah kritik, tapi kayaknya, kedengarannya lebih mirip cacian. Dia menyebut Pemerintah Jokowi ‘omong kosong’. Omong kosong artinya pembohong. Mirip gaya bermedsos anak PKS saat kendiskreditkan Jokowi.

Zaky mengutip data tahun 2010 mengenai dana R&D Indonesia untuk mendeskreditkan Jokowi. Berdasarkan data usang itulah dia menuding pemerintah Jokowi omong kosong. Gayanya persis seperti cara Prabowo atau Sandi memelintir data.

Lalu di bagian bawah twitnya dia berharap ada Presiden baru.

Baca: #DennySiregar: Inilah Dibalik Topeng Khilafah

Hohohohoho… Luar biasa bukan, apa yang dilakukan Zaky?

Begini. Indonesia memang negara demokratis. Setiap orang bisa mengungkapkan dukungan politiknya secara terbuka. Itu gak masalah. Bahkan setiap orang bisa mengkritik Presiden kapan saja. Itu biasa. Kita menikmati berkah demokrasi sekarang.

Jika bos Bukalapak Achmad Zaky ingin memberi dukungan terbuka pada Prabowo, itu juga syah saja. Begitupun jika ia ingin memberikan kritik. Tapi kritik pedas sampai bilang pemerintah omong kosong, justru ketika kita tahu Jokowi telah memberi perhatian besar pada Bukalapak, rasa-rasanya lebih berkesan sebagai orang yang gak tahu terimakasih.

Zaky bisa saja mengkritik saat bertemu langsung dengan Presiden. Atau jika ia lupa, ia bisa menitipkan kritik itu kepada istrinya yang juga baru diterima di istana negara. Itu yang disebut orang dengan etika.

Tapi gak begitu akhlak Zaky. Ia lebih memilih teriak-teriak di medsos. Mencaci pemerintah dengan sebutan ‘omong kosong’. Dan dia berharap ada presiden baru. Sebuah kampanye terbuka yang justru menantang Jokowi.

Baca: Tengku Zulkarnain Ikut Sebar Isu Hoax “Surat Suara Tercoblos 7 Kontainer”

Setelah perhatian Presiden selama ini, Zaky membalasnya dengan berkata, ‘Lu tuh omong kosong. Gue mau presiden baru. Ape lu, ape lu!’

Itulah perilaku seorang Zaky.

Itu juga yang membuat banyak orang geram. Kekurangajaran yang telanjang dipertontonkan bos Bukalapak. Jika kemudian ada seruan uninstall Bukalapak, saya rasa wajar saja. Zaky bebas menyatakan harapannya pada presiden baru. Orang juga bebas bau install atau uninstall Bukalapak. Itu terserah saja.

Saya sendiri langsung uninstall bukan karena berbeda pilihan politik. Tapi kekurangajaran dan gak tahu rasa terimakasih itu yang bikin saya muak. Orang begini gak pantas saya pakai produknya. Toh, masih ada aplikasi lain yang bisa digunakan. (ARN/EkoKuntadhi)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: