NewsTicker

Serangan Bom Mobil Hantam Konvoi Militer India di Kashmir, 44 Tentara Tewas

KASHMIR – Setidaknya 44 personel paramiliter India tewas dan puluhan lainnya cedera setelah seorang pembom menabrakan mobil yang sarat bahan peledak ke konvoi militer di Kashmir.

Korban disebabkan setelah ledakan van menghanguskan bus dalam konvoi 78 kendaraan yang mengangkut sekitar 2.500 anggota paramiliter (CRPF) di sepanjang jalan raya utama di lembah yang disengketakan itu.

Perwira senior polisi Muneer Ahmed Khan mengatakan serangan itu terjadi ketika konvoi itu mencapai kota Lethpora selatan di pinggiran kota utama Srinagar, wilayah Himalaya yang disengketakan. Dia mengatakan satu bus hancur dan setidaknya lima kendaraan lainnya rusak akibat ledakan itu.

Hampir 30 tentara terluka dalam ledakan itu. Video dari lokasi ledakan menunjukkan asap mengepul dari sisa-sisa satu kendaraan, sementara mayat berserakan di seberang jalan.

Baca: Polisi India Tembak Mati Balita Kashmir saat Rayakan Idul Adha.

Mohammad Yunis, seorang jurnalis, yang mencapai lokasi beberapa menit kemudian mengatakan ledakan itu terdengar dari beberapa mil jauhnya. Dia melihat darah dan bagian-bagian tubuh tersebar di sepanjang 100 meter jalan raya.

Perdana Menteri India Narendra Modi, dalam sebuah posting Twitter, mengatakan bahwa serangan terbaru itu “terkutuk”.

“Saya mengutuk keras serangan pengecut ini. Pengorbanan personel keamanan kami yang berani tidak akan sia-sia. Seluruh bangsa berdiri bahu membahu dengan keluarga para martir pemberani,” kata Modi.

Kelompok militan Jaish-e-Mohammed (JeM) yang bermarkas di Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu dalam sebuah pernyataan, mengatakan puluhan kendaraan hancur dalam serangan itu.

JeM, salah satu kelompok militan paling kuat yang beroperasi di wilayah itu, dipersalahkan atas serangan 2001 terhadap parlemen India yang menyebabkan India mengerahkan militernya ke perbatasan Pakistan.

Seorang juru bicara kelompok itu mengatakan serangan itu dilakukan oleh Aadil Ahmad, alias Waqas, seorang militan yang dikenal dari daerah itu.

Ketegangan tinggi di wilayah yang dikuasai India, di mana populasi mayoritas Muslim melakukan protes rutin terhadap pemerintah India.

New Delhi telah mengerahkan sekitar 500.000 tentara ke wilayah itu untuk lebih meningkatkan keamanan perbatasan dan memberlakukan tindakan keras terhadap demonstrasi pro-kemerdekaan di Kashmir, di mana sentimen anti-India semakin dalam.

BacaKereta Gantung Jatuh di Kashmir, 7 Orang Tewas dan 150 Lainnya Terjebak.

Pasukan India berada dalam bentrokan konstan dengan kelompok-kelompok bersenjata yang mencari kemerdekaan di daerah itu.

India secara teratur menuduh Pakistan mempersenjatai dan melatih gerilyawan dan mengizinkan mereka melintasi perbatasan yang bergolak dalam upaya melancarkan serangan. Pakistan membantah keras tuduhan itu.

Tahun lalu adalah yang paling mematikan dalam dasawarsa terakhir di wilayah Kashmir, dengan lebih dari 200 gerilyawan tewas dalam serangan balasan pemberontakan yang dijuluki “Operasi habis-habisan.”

Kashmir telah dibagi antara India dan Pakistan sejak pemisahan dan kemerdekaan mereka dari Inggris pada tahun 1947. Wilayah yang disengketakan itu diklaim sepenuhnya oleh kedua belah pihak, yang telah berperang tiga kali.

Pertempuran bersenjata antara pasukan India dan militan sejak 1989 telah menewaskan ribuan orang, sebagian besar warga sipil. [ARN]

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: