News Ticker

AS Tingkatkan Tekanan terhadap Presiden Maduro

WASHINGTON DC – Amerika Serikat telah meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Venezuela dengan memberi sanksi kepada lima pejabat tinggi yang dekat dengan Presiden Nicolas Maduro.

Sanksi baru oleh Departemen Keuangan AS ini memblokir aset yang terhubung dengan pejabat tinggi di badan intelijen Venezuela serta kepala perusahaan minyak negara.

Ini terjadi sebagai buntut dari kerusuhan baru-baru ini di Venezuela, di mana oposisi yang didukung AS Juan Guaido telah menantang kepemimpinan Maduro, yang merupakan puncak dari percobaan kudeta yang sejauh ini gagal.

Baca: Rusia: Sanksi AS Bertujuan Lumpuhkan Ekonomi Venezuela

Sanksi tersebut menargetkan pemimpin badan intelijen Venezuela, Manuel Ricardo Cristopher Figuera; komisaris pertamanya, Hildemaro Jose Rodriguez Mucura; komandan Direktorat Jenderal Kontra-Intelijen Militer Venezuela, Ivan Rafael Hernandez Dala; kepala unit polisi yang dikenal sebagai FAES, Rafael Enrique Bastardo Mendoza; dan presiden perusahaan minyak milik negara Venezuela, Manuel Salvador Quevedo Fernandez.

“Departemen Keuangan terus menargetkan para pejabat yang telah membantu rezim Maduro yang tidak sah menekan rakyat Venezuela,” kata Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat (15/02).

Baca: Maduro Atas Sanksi AS: Ini Ilegal dan Kurang Ajar

“Kami memberikan sanksi kepada pejabat yang bertanggung jawab atas aparat keamanan dan intelijen Maduro, yang secara sistematis telah melanggar hak asasi manusia dan menekan demokrasi, termasuk melalui penyiksaan dan penggunaan kekuatan brutal lainnya.”

Venezuela saat ini tengah berada dalam kekacauan politik, dengan oposisi menyalahkan Maduro atas ekonomi yang sakit, hiperinflasi, pemadaman listrik, dan kekurangan barang-barang pokok, mendesaknya untuk mundur.

Krisis politik semakin dalam di negara Amerika Selatan itu pada 23 Januari, ketika tokoh oposisi Juan Guaido, seorang anggota parlemen yang memimpin Majelis Nasional yang sudah dibubarkan, menyatakan dirinya sebagai “presiden sementara” . Presiden AS Donald Trump dengan cepat mengakuinya secara resmi, mengumumkan sanksi atas ekspor minyak Venezuela, sumber utama pendapatan negara. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: