News Ticker

Dikecam karena Duduk di Samping Netanyahu, Wakil Hadi Salahkan Protokoler

RIYADH – Setelah mendapat kecaman luas, Menteri Luar Negeri dari mantan pemerintahan Yaman, Khaled al-Yamani, mengatakan bahwa duduknya dirinya disamping PM Israel dalam Konferensi Warsawa adalah “kesalahan protokoler.”

“Kesalahan protokol adalah tanggung jawab penyelenggara, seperti yang selalu terjadi dalam konferensi internasional,” ujar Menteri Luar Negeri rezim Hadi itu dalam postingan Twitter pada Kamis malam, sebagaimana dikutip Al-Araby.co.

Yamani duduk persis di samping PM Israel di sebuah konferensi internasional di Warsawa yang berfokus pada keamanan di Timur Tengah, dengan penekanan kuat pada Iran.

Baca: Dunia Arab Marah atas Penghinaan di Konferensi Warsawa

Keduanya mengangguk satu sama lain dan bertukar senyum singkat ketika Netanyahu duduk.

Selama bagian dari sesi tertutup untuk pers, Yamani meminjamkan Netanyahu mikrofonnya ketika mikrofon perdana menteri Israel tidak berfungsi dengan baik.

Utusan perdamaian Timur Tengah Presiden AS Donald Trump Jason Greenblatt memuji pertukaran itu di Twitter, menyebutnya “saat yang menyenangkan” yang bisa menjadi tanda “kerja sama baru” antara negara-negara Yahudi dan Arab.

Yaman dan Israel tidak pernah memiliki hubungan diplomatik, dan interaksi ramah Yamani dengan Netanyahu menuai kritik di media sosial.

Baca: Houthi: Kehadiran Kubu Pro-Hadi di Warsawa Bukti Ketundukan pada Rezim Israel

Membela diri, Yamani mengatakan bahwa kehadirannya pada konferensi Warsawa bukan untuk membahas konflik Israel-Palestina “tetapi untuk memobilisasi komunitas internasional untuk menghadapi ekspansi Iran di Yaman”.

Menanggapi sikap kubu pro-Hadi terhadap Israel, juru bicara gerakan Yaman Houthi Ansarullah mengutuk partisipasi perwakilan mantan Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansur Hadi dalam konferensi di Warsawa tersebut.

“Kehadiran Khaled al-Yamani [menteri luar negeri bekas rezim Yaman] dalam konferensi yang menggelikan itu menunjuk pada penghinaan para pengkhianat itu terhadap Yaman. Partisipasi pemerintah tentara bayaran dalam acara tersebut menunjukkan bahwa ia sepenuhnya bimbang dan tunduk (pada Israel). Kehadiran semacam itu merupakan kejahatan nasional dan agama, ” kata Mohammed Abdul-Salam sebagaimana dikutip jaringan televisi berbahasa Arab al-Masirah pada hari Jumat (15/02). (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: