News Ticker

Maduro: AS Curi Puluhan Milyar Dolar Venezuela, Tawarkan Remah-remah sebagai Gantinya

CARACAS – Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengecam Amerika Serikat pada hari Jumat (15/02) karena telah “mencuri” miliaran dolar milik mereka dan menawarkan “remah-remah” sebagai imbalan dalam bentuk bantuan kemanusiaan.

Banyak bantuan AS menumpuk di Kolombia dekat dengan perbatasan dengan Venezuela ketika pemimpin oposisi Juan Guaido telah bersumpah untuk menentang upaya Maduro untuk memblokir pasokan memasuki negara itu.

“Ini jebakan, mereka mengadakan pertunjukan dengan makanan busuk dan terkontaminasi,” kata Maduro, pada sebuah acara di kota tenggara Ciudad Bolivar.

Baca: AS Tingkatkan Tekanan terhadap Presiden Maduro

“Mereka telah mencuri 30 miliar dolar dan menawarkan empat remah makanan busuk,” tambah pemimpin sosialis itu, merujuk pada Amerika Serikat.

Venezuela berada di tengah-tengah krisis ekonomi yang telah menyebabkan jutaan orang dalam kemiskinan dan menghadapi kekurangan kebutuhan dasar seperti makanan dan obat-obatan.

Guaido, yang memproklamirkan diri sebagai presiden sementara, menuduh Maduro menyebabkan kesulitan ekonomi itu melalui salah urus.

Maduro menyalahkan sanksi AS atas kesengsaraan Venezuela, mengklaim mereka telah merugikan negara itu sebesar 30 miliar dolar.

Baca: Maduro: Paket Bantuan AS adalah ‘Racun Penghinaan’

Pria 56 tahun itu, penerus sosialis Hugo Chavez, menamakannya dengan “perang oligarki.”

Sanksi AS sebagian besar menargetkan individu pemerintah dan perusahaan minyak negara PDVSA, sumber pendapatan utama pemerintah.

Bantuan kemanusiaan telah menjadi isu utama dalam perebutan kekuasaan antara Maduro dan Guaido.

Pemimpin oposisi, yang bulan lalu menyatakan dirinya sebagai presiden sementara itu berjanji untuk membawa bantuan pada 23 Februari.

Maduro menolak untuk membiarkannya masuk. Dan militernya yang setia telah membarikade jembatan perbatasan antara Venezuela dan Kolombia.

Baca: Maduro Kirim Konvoi Besar Militer ke Perbatasan Kolombia: VIDEO

Pemimpin sosialis itu menegaskan bantuan itu hanyalah kedok untuk rencana invasi militer AS.

Sementara Guaido berkilah 300.000 orang bisa mati tanpa bantuan yang sangat dibutuhkan.

Berbicara pada hari Jumat, Maduro mengatakan enam juta keluarga telah mendapat manfaat dari kotak makanan bersubsidi dan mengklaim telah membeli minggu ini 933 ton obat-obatan dan pasokan medis dari China, Kuba dan Rusia, sekutu internasional utamanya.

“Kami membayarnya dengan uang kami sendiri karena kami bukan pengemis,” katanya.

Maduro mengatakan pembicara Majelis Nasional berusia 35 tahun itu adalah boneka bagi AS yang berusaha mengamankan akses Amerika ke cadangan emas dan minyak Venezuela yang luas dan terbesar di dunia.

Ia mengatakan tantangan Guaido pada otoritasnya adalah “pengkhianatan.”

“Hal terburuk adalah merangsang kegilaan kekaisaran dari pemerintah ekstrimis Ku Klux Klan di Gedung Putih,” kata Maduro. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: