News Ticker

Yusuf Muhammad: Sugi Nur dan Kemunculan Neo Khawarij

Yusuf Muhammad, Sugi Nur dan Kemunculan Neo Khawarij Sumber Akun Facebook Yusuf Muhammad

Arrahmahnews.com, SURABAYA – Kesal dengan tingkah dan pola dakwah Sugi Nur Rahardja dan germobolannya, seorang pegiat medsos Yusuf Muhammad menyatakan adanya kemiripan pola dakwah Sugi Nur dengan kelompok Khawarij, berikut ulasannya:

Siapa sebenarnya tauladan Sugik Nur dan jamaahnya sehingga tega mengusir seseorang yang berniat ingin tabayyun?

Sumpah demi Allah, Rosulullah SAW tidak pernah mengajarkan akhlaq seperti yang terlihat dalam video yang saya posting ini. Akhlaq yang ditunjukkan mereka ini mirip gerombolan Khawarij pada masa dinasti Umayyah.

Baca: Politisasi Agama, Cara HTI dan Khawarij Hancurkan Negara

Sungguh banyak contoh sejarah Islam masa lalu yang bisa kita jadikan bahan renungan dan sekaligus pengalaman agar kita tidak salah melangkah.

Bagaimana peran kelompok Khawarij dimasa dulu?

Kelompok Khawarij dimasa dinasti Umayyah pernah melakukan beberapa kali pemberontakan di wilayah Kufah dan Bashrah. Bahkan gerombolan Khawarij yang membunuh khalifah ke-4 yaitu Sayidina Ali bin Abi Thalib ra. Sayyidina Ali ra dibunuh oleh seorang Khawarij bernama Abdurrahman bin Muljam pada tanggal 26 Januari 661 di Masjid Agung Kufah.

Baca: Titik Kesamaan HTI dan Khawarij

Siapakah Ibu Muljam?

Ibnu Muljam dikenal sebagai orang yang taat dalam beribadah, shalat, puasa dan bahkan hafal Al-Qur’an. Tapi sayang bacaannya tidak masuk kecuali sebatas sampai batas kerongkongannya. Sehingga mudah termakan oleh berita hoaks yang telah disebarkan oleh kaum Khawarij lainnya.

Mereka menebarkan hoaks yang menyatakan bahwa sayidina Ali bin Abi Thalib ra. itu pemimpin yang munafik, kafir dan musyrik sehingga harus dan wajib untuk dimusuhi.

Baca: Ketua Rijalul Ansor Deli Serdang Sumut Diseret Laskar Sugi Nur Rahardja Saat Tabayyun

Kaum Khawarij dimasa itu menolak kekhilafahan sayidina Ali ra. Ali dianggap tidak adil dan tidak menjalankan aturan Allah SWT. Hal itu menegaskan seolah-olah Kaum Khawarij lah yang paham hukum Allah. Tapi hakikatnya mereka tidak pernah paham bahwa perdamaian itu adalah esensi dari ajaran Islam.

Kemunculan kaum Khawarij dimasa sekarang sudah semakin terang-terangan, mereka merasa paling paham tentang Islam dan sambil mencaci maki saudara sesama Islam, bahkan tidak jarang mereka juga berani mengkafirkan saudara seiman. Jika kita amati, mereka jugalah yang selama ini sering menentang pemerintah dan menyebarkan hoax ke publik untuk membenci pemerintah yang sah.

Semoga dengan tulisan singkat ini masyarakat jadi mengerti bahaya kelompok Khawarij di masa lalu. Syaidina Ali sudah menjadi korban betapa jahat dan kejamnya mereka. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: