News Ticker

Khamenei: Musuh Tak Bisa Celakai Bangsa Iran

Khamenei: Musuh Tak Bisa Celakai Bangsa Iran Pemimpin Revolusi Islam Iran

Arrahmahnews.com, TEHERAN – Pemimpin Revolusi Islam Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamenei mengatakan fakta bahwa jutaan orang merayakan peringatan 40 tahun Revolusi, sekali lagi membuktikan bahwa musuh tidak dapat mencelakai bangsa Iran.

“Tentu saja, musuh akan menyangkal bahwa jutaan orang muncul tetapi mereka tahu dan mereka benar-benar mengerti bahwa selama suatu bangsa mempertahankan tanah airnya seperti ini, musuh tidak dapat mencelakainya,” kata Ayatollah Khamenei dihadapan ribuan orang pada hari Senin.

Jutaan orang Iran turun ke jalan minggu lalu untuk merayakan peringatan 40 tahun Revolusi Islam, banyak yang kecewa dengan para pemimpin AS yang mengatakan bahwa Republik Islam tidak akan selamat untuk melihat acara tersebut.

Baca: Pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran “Fase Kedua Revolusi Islam”

Setiap tahun pada tanggal 11 Februari, bangsa Iran berbondong-bondong menyuarakan dukungan untuk Revolusi yang mengakhiri 2.500 tahun pemerintahan monarki di Iran dan menggantikan rezim Pahlavi yang didukung AS dengan Republik Islam.

Tahun ini, para demonstran di banyak kota keluar ditengah cuaca dingin untuk berkumpul di persimpangan jalan-jalan utama guna memperbarui kesetiaan mereka pada prinsip-prinsip negara Islam itu ditengah tekanan ekonomi dan politik yang terus meningkat dari AS.

Berbicara pada hari peringatan kebangkitan orang-orang Tabriz pada 18 Februari 1978, Pemimpin tertinggi Iran itu mengatakan bahwa selama bangsa tetap setia pada nilai-nilainya dan membela mereka seperti yang terjadi minggu lalu, bangsa ini akan menang dengan bantuan Tuhan.

Baca: Presiden Iran: Revolusi Islam akan Terus Kalahkan Semua Plot AS

Merujuk pada serangan mematikan baru-baru ini oleh kelompok teror yang berbasis di Pakistan terhadap pasukan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) di Iran tenggara, Ayatollah Khamenei mengatakan “insiden semacam itu harus membuat kita sadar akan harga yang dibayarkan untuk keamanan kita.”

Pada hari Rabu, sebuah mobil bermuatan bahan peledak menabrak bus di sebuah jalan antara Sistan dan Provinsi Baluchestan, menewaskan 27 personil IRGC dan melukai 13 lainnya.

Kelompok teroris yang disebut Jaish ul-Adl, yang berbasis di Pakistan yang berhubungan dengan al-Qaeda dan Arab Saudi, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu. (ARN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: