News Ticker

Sekjen PBB Desak India-Pakistan Turunkan Ketegangan

NEW YORK – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, , meminta India dan Pakistan untuk segera mengambil langkah-langkah mengurangi ketegangan setelah serangan teroris mematikan di Kashmir yang telah meningkatkan risiko konflik kekerasan antara kedua negara bersenjata nuklir itu.

Saat ini ketegangan meningkat antara dua musuh lama yang bertetangga itu setelah serangan pemboman di Kashmir yang menewaskan lebih dari 40 tentara India pada 14 Februari.

Serangan itu menimbulkan kehebohan hebat anti-Pakistan di India, dengan orang-orang membakar bendera Pakistan di jalanan. New Delhi menyalahkan Islamabad karena menyembunyikan teroris, dan kedua negara segera bertukar ancaman yang memanas di tingkat tertinggi.

Baca: Serangan Bom Mobil Hantam Konvoi Militer India di Kashmir, 44 Tentara Tewas

“Kami sangat prihatin dengan meningkatnya ketegangan antara kedua negara,” kata juru bicara PBB Stephane Dujarric, Selasa (19/02).

Sekretaris jenderal itu “menekankan pentingnya kedua belah pihak untuk melakukan pengekangan maksimum dan mengambil langkah segera” untuk mengurangi (ketegangan),” tambah Dujarric.

Ia mengatakan bahwa PBB siap untuk bertindak sebagai perantara jika kedua belah pihak sepakat.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi telah meminta PBB untuk turun tangan.

Baca: India Kembali Desak Malaysia Deportasi Zakir Naik

Pada hari Selasa, Komandan Jenderal India K.J.S. Dhillon mengatakan serangan itu “dikendalikan dari seberang perbatasan oleh ISI (Inter-Services Intelligence) dan komando JeM Pakistan,”

Jumat lalu India menarik duta besar di Pakistan dan dua hari lalu Pakistan melakukan hal yang sama.

Di India lebih dari belasan orang yang diambil dan dikeluarkan dari sekolah karena menulis komentar yang mengkritik militer India (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: