News Ticker

Surat Terbuka Netizen kepada Dahnil Anzar “Jangan Asal Mangap”

Surat Terbuka Netizen kepada Dahnil Anzar, Jangan Asal Mangap Sumber Foto Kumparan

Arrahmahnews.com, JAKARTA – Cuitan Dahnil Anzar Simanjuntak di akun twitternya menyatakan bahwa: “Jokowi klaim Membangun jalan desa 191000 km.Ini sama dengan 4,8 kali Keliling Bumi atau 15 kali Diameter Bumi.Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa?ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi.

Cuitan Dahnil tersebut akhirnya mendapat respon dari salah satu akun Facbook Wahyu Sutono yang memberikan surat terbuka kepada Dahnil, berikut isinya:

Baca: Soal Tax Ratio, Netizen “Semprot” Dahnil Anzar

Kepada: Sdr. Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak

Timses Capres 02

di Jakarta

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

Sebagai salah satu Timses Capres 02, Saudara kerap mengeluarkan pernyataan yang nyeleneh, tak berbasis data, dan justru lebih cenderung nyinyir ketimbang kritik yang sejatinya sangat dibutuhkan pihak petahana.

Saudara juga kerap membahas hal yang bukan bidangnya alias asal mangap, karena tak didukung secara keilmuan, sehingga setiap saudara nyinyir selalu dapat kami tangkis dengan cara ilmiah serta berbasis data.

Begitupun cuitan saudara tentang pembangunan jalan yang disampaikan Jokowi telah mencapai 191.000 Km, saudara katakan: “Ini sama dengan 4,8 kali Keliling Bumi atau 15 kali Diameter Bumi. Itu membangunnya kapan? Pakai ilmu simsalabim apa? Ternyata produsen kebohongan sesungguhnya terungkap pada debat malam tadi”.

Baca: Denny Siregar: Ada Upaya Benturkan Jokowi dengan Muhammadiyah dalam Kasus Dahnil

Sumpah sungguh swear itu sangat lucu. Sebagai orang terpelajar yang telah menyelesaikan pendidikan S3. Saudara tak paham diameter bumi itu apa. Bukankah itu sama dengan keliling bumi, yang artinya diameter atau ekuator, atau garis khatulistiwa yang panjangnya 40.070 Km.

Padahal mudah saja menjawabnya. Pertama, secara filosofis bisa bayangkan saja berapa panjang usus Saudara yang bisa mencapai 8 meter. Lalu apakah ada manusia yang tingginya 8 meter?

Artinya, pembuatan jalan sepanjang itu tidak dibuat hanya satu jalan yang lurus saja. Tapi ada di beberapa tempat, dan tentunya tidak semua lurus. Ada yang berkelok atau zig zag, dan bahkan ada yang berputar balik arah.

Kedua. Pembangunan jalan desa yang disampaikan Jokowi tersebut memang benar adanya. Dari jumlah desa di Indonesia saat ini sebanyak 74.957 desa. Seluruh desa tersebut, dalam kurun empat tahun terakhir cukup gencar membangun infrastruktur jalan untuk memperbaiki akses.

191.000 Km dibagi 74 ribu desa, dan 1 desa membangun jalan 2,5 km. Itu dalam 4 tahun. Berarti kalau dalam 1 tahun dibagi rata-rata 2,5 km dibagi 4 tahun, jadi 625 meter.

Baca: Netizen: Kenapa Kelompok Radikal Ingin Hancurkan NU?

Pembangunan jalan desa yang dilakukan secara masiv baru terjadi sejak adanya dana desa yang digelontorkan dalam APBN. Jadi jangan lihat 191.000 Km-nya saja. Indonesia ini negara besar, jadi sejatinya capaian ini masih kecil, sehingga masih harus dilanjutkan.

Adapun sejak 20 Desember 2018, total anggaran dana desa yang digelontorkan dalam APBN mencapai Rp 187 triliun. Rinciannya, tahun 2015 senilai Rp 20,76 triliun, tahun 2016 senilai Rp 46,98 triliun dan di tahun 2017 serta 2018 menjadi Rp 60 triliun.

Baca: Muhammad Zazuli: Strategi Baru Perang Medsos Kubu Prabowo

Jalan desa yang dibangun terdiri dari berbagai jenis, mulai dari yang hanya paving block, beton, dan aspal. Kebanyakan jalan desa saat ini dibangun berjenis paving block dan beton karena dinilai lebih awet dan banyak menyerap tenaga kerja.

Nah seperti itulah Lae. Masih kurang yakin? Silahkan ukur sendiri. Jadi jangan hanya karena ingin membela junjunganmu, lalu asal bunyi alias asbun. Paham kan. Salam waras untuk Jokowi 2 periode. (ARN)

Iklan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d blogger menyukai ini: